Cara Praktis Membuat Personal Boundaries Tanpa Takut Menyinggung Orang Lain
Langkah praktis ketiga yang bisa kamu coba, Kamu bisa mencoba untuk memberikan alternatif,
Hal seperti ini membuatmu tetap terlihat kooperatif.
Contoh-contoh yang bisa kamu coba,
“Aku tidak bisa meeting jam 2, tapi jam 4 aku siap.”
“Aku tidak bisa ambil tugas itu, tapi aku bisa bantu review.”
“Aku tidak bisa hadir offline, apakah boleh online?”
Terlihat boundaries yang seperti ini, menjadi fleksibel tapi tetap kuat.
Kamu bisa juga menentukan Jam atau waktu untuk merespon teman kerja ataupun atasan ataupun yang terkait dengan pekerjaan,
kamu bisa membuat prioritas,
poinnya adalah komunikasikan hal ini kepada mereka, dan jelaskan alasan profesionalnya.
Di era semua terkoneksi dengan mudah, ada fitur chat dan email yang 24/7, kamu harus punya batasan diri.
Hal yang bisa kamu coba praktekkan misalnya,
hanya balas pesan kerja sampai jam 7 malam, nonaktifkan notifikasi saat deep work,
jadwalkan waktu khusus menjawab email.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketika kamu jelas, orang pun menyesuaikan.
Jangan lupa juga, selain kelola waktu dan prioritaskan aktifitasmu,
Kamu juga tetap harus bisa mengelola Fokusmu,
khususnya di saat kamu memang butuh harus fokus.
Oleh karena itu, Kamu boleh dan harus berani untuk,
menolak meeting yang tidak penting, mematikan notifikasi,
mengelola waktu dengan penjadwalan sederhana dan menggunakan tools agar tetap bisa fokus,
serta selalu untuk efektif dengan membatasi percakapan non-produktif.
Gunakan alasan atau reason yang elegan seperti ini,
“Sekarang aku lagi deep work. Nanti aku balas ya.”
Menjadi Tegas namun tidak kasar, semakin menguatkan komitmen dan konsistensimu,
bahwa kamu menetapkan batasan diri atau personal boundaries yang kuat dan profesional.
Personal Boundaries tidak efektif jika kamu sendiri tidak konsisten untuk menaatinya.
Jika kamu sudah bilang tidak balas pesan setelah jam 8 malam, apapun alasannya jangan balas.
Jika kamu bilang kapasitasmu penuh, jangan tiba-tiba menerima tugas extra.
Reputasi dibangun dari konsistensi, bukan kehebatan.
Percayalah,
dengan memiliki Batasan diri atau personal boundaries di lingkungan profesionalismu,
akan bisa membuatmu Lebih Produktif, lebih Manusiawi.
Ketika kamu mulai menetapkan batas, kamu tidak menjadi kaku.
Kamu menjadi lebih sehat.
Ketika kamu mulai menjaga ruang kerja dan ruang batinmu, kamu tidak menjadi egois.
Kamu menjadi lebih fokus.
Ketika kamu mulai memilih prioritasmu, kamu tidak menjadi sulit.
Kamu menjadi dewasa.
Personal boundaries membuatmu dapat bekerja lebih baik tanpa kehilangan diri.
Mereka memberi ruang di mana kreativitas tumbuh, fokus meningkat, dan kariermu maju dengan stabil.
Karena batasan diri atau personal boundaries bukan tembok, namun sebagai penyangga untuk menjaga dirimu tetap utuh.
Sumber Berita : Diolah Dari Berbagai Sumber





















