Biasanya Sidang Isbat Penentuan Ramadhan ataupun Hari Raya Lebaran Idul Fitri dan Idul Adha, dilakukan 1-2 hari sebelum tanggalnya. Hal ini salah satunya dikarenakan menunggu proses hasil melihat hilal secara langsung dari beberapa titik yang sudah ditentukan di seluruh wilayah Indonesia.
Namun dalam perjalanan pelaksanaannya, masih menyimpan banyak kontroversi khususnya dari organisasi-organisasi Islam yang tidak setuju dengan pelaksanaan Sidang Isbat ini.
Sesuai sejarah dan tuntunan yang ada, cara menentukan waktu dan hari 1 Ramadhan, 1 Syawal ataupun 10 Dzulhijjah, selama ini ada 2 metode yang umum dilakukan umat Islam di seluruh Dunia, yaitu Metode Hilal dan Rukyat.
Bagaimana pengertiannya dan Bagaimana metode yang digunakan, Inspirator ruanginspirasimu.com akan mengulasnya di ruang inspirasi kali ini, agar Kamu bisa mendapatkan informasi dan pemahaman mengenai kedua metode tersebut ya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Yuk simak penjelasannya di bawah ini.
Hisab:
Hisab adalah metode penghitungan matematis dan astronomis untuk menentukan posisi bulan dalam rangka menentukan awal bulan pada kalender Hijriah.
Secara harfiah, “hisab” berarti “perhitungan”. Dalam Islam, istilah hisab sering digunakan dalam ilmu falak (astronomi) untuk memperkirakan posisi Matahari dan Bulan terhadap Bumi.
Peran Hisab dalam Islam:
Menentukan Waktu Salat: Posisi Matahari menjadi patokan penting bagi umat Islam dalam menentukan waktu salat.
Menentukan Awal Bulan Baru: Posisi Bulan diperkirakan untuk mengetahui terjadinya hilal, yang menandakan awal periode bulan baru dalam kalender Hijriah.
Pentingnya Hisab:
Penentuan awal bulan baru dalam kalender Hijriah sangat penting, terutama untuk:
Awal Ramadan: Saat Muslim mulai berpuasa.
Awal Syawal: Hari Raya Idul Fitri.
Awal Dzulhijjah:
o Jamaah haji wukuf di Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah.
o Hari Raya Idul Adha pada tanggal 10 Dzulhijjah.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya





















