Sistem Kalender Hijriah:
Perlu diketahui bahwa dalam kalender Hijriah, sebuah hari dimulai sejak terbenamnya matahari waktu setempat, bukan saat tengah malam.
Sementara penentuan awal bulan (kalender) tergantung pada penampakan (visibilitas) bulan. Oleh karena itu, satu bulan kalender Hijriah dapat berumur 29 atau 30 hari.
Pentingnya Integrasi Hisab dan Rukyat:
Tentunya, perlu dikaji lebih lanjut bagaimana penerapan kedua ilmu (hisab dan rukyat) ini dapat diintegrasikan dengan baik untuk menentukan awal bulan Hijriah.
Bagaimana Para Inspirator, sudah jelas kan ya, jadi paham apakah hisab dan rukyat sebagai metode dari penentuan dalam kalender Islam ya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Insya Alloh penjelasan singkat dan sederhana di atas, mudah dipahami dan membuat Kamu semakin paham proses yang ada dalam penentuan kalendar Islam, khususnya penentuan hari dan waktu mulainya Ramadhan, Hari Raya Lebaran Idul Fitri dan Idul Adha.
Sehingga membuat kita semua umat Islam semakin rukun dan kuat tali silaturahminya serta makin kuat Iman dan Taqwa kita bersama.
SALAM INSPIRASI !!!
*sumber : wikipedia, gemini





















