Teknik Psikologis Mengatasi Overthinking, CBT, Self-Talk & Gratitude

Kamis, 11 September 2025 - 12:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Teknik Psikologis Mengatasi Overthinking, CBT, Self-Talk & Gratitude

Teknik Psikologis Mengatasi Overthinking, CBT, Self-Talk & Gratitude

Mengubah Self-Talk Negatif Menjadi Positif

Salah satu bahan bakar terbesar overthinking adalah suara kecil dalam kepala kita sendiri,
yang sering kali lebih kejam daripada kritik orang lain.

Self-talk negatif bisa muncul dalam bentuk kalimat seperti, “Aku tidak cukup baik,” atau “Pasti semua akan salah.”
Kabar baiknya, suara itu bisa diubah.

Latihan sederhana yang bisa kamu coba adalah memberi respon dengan kalimat yang lebih sehat.
Alih-alih berkata, “Aku tidak mampu,” kamu bisa menggantinya dengan, “Aku sedang belajar, dan setiap langkah membuatku lebih mampu.”

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Self-talk positif bukan sekadar menghibur diri,
melainkan membangun ulang narasi yang lebih realistis dan suportif.

Bayangkan jika kamu punya seorang sahabat yang terus mendukungmu dalam setiap situasi.
Dengan self-talk positif, sahabat itu ada di dalam dirimu sendiri.

Langkah berikutnya yang bisa kamu coba dalam mengatasi situasi overthinking,
adalah dengan melatih Gratitude, menemukan tenang dalam rasa syukur.

Overthinking sering terjadi karena fokus kita terjebak pada hal-hal yang kurang, salah,
atau kemungkinan buruk yang belum tentu terjadi.

Untuk menyeimbanginya, melatih rasa syukur atau gratitude adalah cara ampuh yang banyak dibuktikan penelitian psikologi.
Melatih gratitude bisa dilakukan dengan sederhana, misalnya menulis tiga hal yang kamu syukuri setiap malam.

Tidak harus besar, bisa sesederhana udara segar yang kamu hirup pagi ini,
senyum orang terdekat, atau kesempatan belajar hal baru.

Dengan menggeser perhatian pada hal-hal yang sudah kamu miliki, pikiranmu perlahan akan lebih damai.

Gratitude membuat kita menyadari bahwa hidup tidak hanya tentang apa yang salah,
tapi juga tentang apa yang sudah berjalan baik. Dan dari kesadaran itu, energi positif akan tumbuh.

BACA JUGA  Efek Mirror Neuron, Bagaimana Lingkungan Membentuk Karakter dan Kebiasaan Kita

Sumber Berita : Diolah Dari Berbagai Sumber

Berita Terkait

Hormon Kebahagiaan, Yang Mengatur Mood, Motivasi, dan Ikatan Sosial Kamu
Mengenal Tubuh Manusia, Robot Biologis dengan Kecerdasan Super
Berita Pers – FILKOM UB Berkolaborasi dengan PKBM PPI Taiwan dan UNIMIG Taiwan, Tingkatkan Literasi AI bagi PMI dengan Dukungan KDEI Taipei
Emotional Climate dalam Organisasi, Cara Emosi Kolektif Mempengaruhi Kinerja Tim
Kecerdasan Emosional dalam Organisasi
Emotional Intelligence vs Emotional Fitness, Mana yang Lebih Penting untuk Kariermu?
Mengapa Emotional Fitness Menjadi Keterampilan Paling Dicari di Dunia Kerja Modern
Emotional Fitness Kunci Kesuksesan di Dunia Kerja Modern

Berita Terkait

Selasa, 10 Februari 2026 - 15:15 WIB

Hormon Kebahagiaan, Yang Mengatur Mood, Motivasi, dan Ikatan Sosial Kamu

Senin, 5 Januari 2026 - 14:14 WIB

Mengenal Tubuh Manusia, Robot Biologis dengan Kecerdasan Super

Rabu, 10 Desember 2025 - 15:15 WIB

Berita Pers – FILKOM UB Berkolaborasi dengan PKBM PPI Taiwan dan UNIMIG Taiwan, Tingkatkan Literasi AI bagi PMI dengan Dukungan KDEI Taipei

Senin, 8 Desember 2025 - 18:18 WIB

Emotional Climate dalam Organisasi, Cara Emosi Kolektif Mempengaruhi Kinerja Tim

Kamis, 4 Desember 2025 - 09:09 WIB

Emotional Intelligence vs Emotional Fitness, Mana yang Lebih Penting untuk Kariermu?

Berita Terbaru

Tubuh Manusia adalah Robot Super Biologis

Pendidikan

Mengenal Tubuh Manusia, Robot Biologis dengan Kecerdasan Super

Senin, 5 Jan 2026 - 14:14 WIB