Dorong Kolaborasi Pentahelik
Program BESTARI juga menempatkan kolaborasi sebagai salah satu fondasi penting dalam penerapan inovasi. Karena itu, pengembangan teknologi pengelolaan sampah di Caturharjo diarahkan untuk memperkuat kolaborasi pentahelik, yang melibatkan unsur akademisi, dunia usaha, masyarakat, dan pemerintah, serta jejaring pemangku kepentingan lainnya.
Dr. Aris mengatakan penguatan kolaborasi diperlukan agar pengelolaan sampah tidak berhenti sebagai sebuah proyek teknologi, tetapi berkembang menjadi kebiasaan dan budaya baru di masyarakat.
“Penguatan kolaborasi dan kerja sama dalam pengelolaan sampah sehingga akan menjadi budaya dalam mengelola sampah yang baik,” katanya.
Menurut dia, pendekatan tersebut sejalan dengan arah program Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang mendorong hasil riset perguruan tinggi agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Laboratorium Hidup untuk Solusi Persoalan Masyarakat
Incinerator Pintar yang diterapkan di Caturharjo merupakan bagian dari penelitian yang menggunakan pendekatan living lab atau laboratorium hidup. Melalui pendekatan ini, masyarakat tidak hanya menjadi penerima teknologi, tetapi juga menjadi bagian dari proses pengembangan dan penerapan inovasi.
Program tersebut diarahkan untuk mempertemukan perguruan tinggi, masyarakat, industri, dan pemerintah dalam sebuah ekosistem kolaboratif. Dengan demikian, teknologi dikembangkan berdasarkan persoalan nyata yang dihadapi masyarakat sekaligus diuji dalam konteks kehidupan sehari-hari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Program BESTARI sendiri bertujuan menghubungkan riset perguruan tinggi dengan kebutuhan masyarakat sehingga hasil penelitian tidak berhenti sebagai dokumen akademik, melainkan dapat diterapkan dan memberikan manfaat secara langsung.
Pendanaan program didukung melalui dana LPDP melalui platform SEMESTA Kemdiktisaintek. Dalam pelaksanaannya, Prof. Anton Yudhana memimpin tim penelitian yang melibatkan Prof. Ir. Maryudi ST, MT, Ph.D., Prof. Dr. Anom Wahyu Asmorojati, S.H., M.H, Dr. Wiwiek Afifah, M.Pd dan Ulaya Ahdiani, S.S., M.Hum. dari UAD serta Asno Azzawagama Firdaus, S.Kom., M.Kom dari Universitas Qamarul Huda Baadaruddin Bagu, Lombok Tengah yang saat ini sedang menempuh studi doktor di Universiti Muhammadiyah Malaysia (UMAM).
Penulis : Humas LPPM UAD
Editor : Inspirator
Sumber Berita : Tim LPPM UAD
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya





















