
Dalam kegiatan tersebut, UAD menyerahkan dua hasil inovasi. Pertama, Incinerator Pintar, yakni alat pembakar sampah yang dirancang untuk mendukung pengelolaan sampah secara lebih ramah lingkungan dan dapat dipantau secara real time. Kedua, Si Waras, sebuah aplikasi kesehatan yang merupakan hasil karya mahasiswa yang tergabung dalam PPK Ormawa UAD.
Ketua peneliti, Prof. Anton Yudhana menjelaskan, aspek “pintar” pada incinerator tersebut terletak pada kemampuan sistem untuk memantau kondisi emisi melalui perangkat digital. Masyarakat dapat memanfaatkan telepon seluler untuk memperoleh informasi mengenai hasil pembakaran dan mendeteksi apakah terdapat emisi yang berpotensi membahayakan.
“Kenapa dikatakan pintar? Semua masyarakat dapat memantau melalui handphone apakah hasil pembakaran berbahaya atau tidak,” katanya.
Ia menambahkan, teknologi tersebut diarahkan untuk menangani residu sampah yang memang tidak lagi memiliki nilai ekonomi. Dalam sistem pengelolaan terpadu, sampah terlebih dahulu dipilah sehingga material yang masih memiliki nilai ekonomi dapat dimanfaatkan atau dijual, sementara residu akhirnya dapat diproses menggunakan incinerator.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Penulis : Humas LPPM UAD
Editor : Inspirator
Sumber Berita : Tim LPPM UAD
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya





















