Regulasi Emosi, Keterampilan Dasar yang Banyak Diabaikan

Rabu, 26 November 2025 - 12:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Regulasi Emosi Teknik dasar Mengatur Emosi

Regulasi Emosi Teknik dasar Mengatur Emosi

Cara Mengajarkan Regulasi Emosi pada Anak dari sudut pandang Parenting

Anak-anak tidak lahir dengan kemampuan mengatur emosi.
Mereka belajar dari orang tua.
Ketika orang tua, sering marah, sering menekan emosi,
sulit berbicara dengan tenang, mengkritik tanpa berempati,
anak mempelajari bahwa begitu cara menghadapi emosi.

Sebaliknya, ketika orang tua, menunjukkan cara tenang menghadapi konflik,
memberi nama pada emosi anak, mendengarkan tanpa menghakimi,
membantu anak menenangkan diri, anak belajar regulasi emosi secara alami.

Nah, sebagai orang tua, kamu bisa mencoba Tips Parenting yang Efektif ini,
Selalu mencoba untuk membantu anak mengelola emosinya dengan melakukan Validasi Emosi pada Anak,
Kamu bisa menggunakan kalimat sederhana, seperti,
“Kamu sedih ya?”
“Aku paham kamu kecewa.”
“Marah itu boleh, tapi kita harus tetap berbicara dengan baik.”
Karena dengan mendapatkan validasi itu bisa membuat anak merasa aman.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Cobalah untuk mengajarkan anak memahami Teknik Napas ketika mereka emosi,
Latihan napas sangat efektif ketika anak sedang tantrum,
mengalami perasaan takut dan gelisah, hingga ketika mereka emosi sampai mmenangis histeris.
Orang tua bisa mengajak anak meniup “lilin imajiner”.

Ketiga adalah gunakan Bahasa Tubuh yang Tenang,
Anak meniru gestur lebih cepat daripada kata-kata.
Wajah tenang dikombinasikan dengan suara rendah, maka emosi anak akan bisa ikut menjadi stabil.

Keempat, Cobalah untuk mengajarkan Emotional Vocabulary,
Anak yang mampu memberi nama emosi lebih mudah mengaturnya.
Ajari kata-kata, tentang emosi seperti rasa kesal, kecewa, frustrasi,
malu, cemas, gugup.
Semakin kaya bahasa emosi seorang anak, semakin kuat regulasi emosinya.

Bagaimana Dampak Jangka Panjang pada Anak

Anak dengan regulasi emosi yang kuat cenderung menjadi lebih percaya diri,
lebih tahan terhadap bullying, lebih fokus dalam belajar,
lebih mudah bersosialisasi, lebih siap memasuki dunia kerja.

BACA JUGA  Berita Pers - Milad Sentra HKI Universitas Ahmad Dahlan ke-13

Regulasi emosi adalah hadiah terbaik yang bisa diberikan orang tua.

Sumber Berita : Diolah Dari Berbagai Sumber

Berita Terkait

Hormon Kebahagiaan, Yang Mengatur Mood, Motivasi, dan Ikatan Sosial Kamu
Mengenal Tubuh Manusia, Robot Biologis dengan Kecerdasan Super
Berita Pers – FILKOM UB Berkolaborasi dengan PKBM PPI Taiwan dan UNIMIG Taiwan, Tingkatkan Literasi AI bagi PMI dengan Dukungan KDEI Taipei
Emotional Climate dalam Organisasi, Cara Emosi Kolektif Mempengaruhi Kinerja Tim
Kecerdasan Emosional dalam Organisasi
Emotional Intelligence vs Emotional Fitness, Mana yang Lebih Penting untuk Kariermu?
Mengapa Emotional Fitness Menjadi Keterampilan Paling Dicari di Dunia Kerja Modern
Emotional Fitness Kunci Kesuksesan di Dunia Kerja Modern

Berita Terkait

Selasa, 10 Februari 2026 - 15:15 WIB

Hormon Kebahagiaan, Yang Mengatur Mood, Motivasi, dan Ikatan Sosial Kamu

Senin, 5 Januari 2026 - 14:14 WIB

Mengenal Tubuh Manusia, Robot Biologis dengan Kecerdasan Super

Rabu, 10 Desember 2025 - 15:15 WIB

Berita Pers – FILKOM UB Berkolaborasi dengan PKBM PPI Taiwan dan UNIMIG Taiwan, Tingkatkan Literasi AI bagi PMI dengan Dukungan KDEI Taipei

Senin, 8 Desember 2025 - 18:18 WIB

Emotional Climate dalam Organisasi, Cara Emosi Kolektif Mempengaruhi Kinerja Tim

Kamis, 4 Desember 2025 - 09:09 WIB

Emotional Intelligence vs Emotional Fitness, Mana yang Lebih Penting untuk Kariermu?

Berita Terbaru

Tubuh Manusia adalah Robot Super Biologis

Pendidikan

Mengenal Tubuh Manusia, Robot Biologis dengan Kecerdasan Super

Senin, 5 Jan 2026 - 14:14 WIB