Ruanginspirasimu.com – Membahas tentang Regulasi Emosi, masih berkaitan dengan ketahanan emosi atau emotional resilience. Mungkin muncul pertanyaan mendasar pada pikiranmu, Mengapa banyak orang merasa emosinya sulit dikendalikan? Apakah kamu pernah merasa marah padahal tidak tahu sebabnya? Atau tiba-tiba sedih, panik, sensitif, atau mudah tersinggung tanpa alasan yang jelas?
Kondisi itu bukan cuma dialami orang dewasa, tetapi juga remaja, anak sekolah, bahkan anak usia dini.
Dunia hari ini membuat kita dikelilingi oleh begitu banyak pemicu emosi mulai dari tekanan pekerjaan,
tuntutan akademik, ekspektasi sosial media, hingga kurangnya ruang untuk bernapas.
Masalahnya, banyak orang tumbuh besar tanpa pernah diajari cara mengatur emosi.
Bukan karena orang tua tidak peduli,
tetapi karena generasi sebelumnya juga tidak mendapatkan literasi emosi yang memadai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Akhirnya, yang terjadi adalah pola ini,
Tidak bisa mengontrol emosi sehingga meledak ketika stres,
Mencoba Menekan emosi hingga akhirnya burnout, cenderung menghindari konflik secara tidak sehat,
bahkan sampai pada titik menyakiti diri sendiri secara mental.
Padahal kemampuan yang diperlukan untuk menghindari semua itu disebut dengan regulasi emosi.
Sebuah kemampuan dasar yang ironisnya sering diabaikan.
Apa Itu Regulasi Emosi? (Penjelasan Psikologi yang Mudah Dimengerti)
Pada dasarnya, regulasi emosi adalah kemampuan untuk memahami, mengelola,
dan mengekspresikan emosi dengan cara yang tepat tanpa menyakiti diri sendiri maupun orang lain.
Dalam psikologi, regulasi emosi bukan tentang menghilangkan emosi,
melainkan tentang bagaimana mengenali apa yang kamu rasakan,
memahami penyebabnya, memilih respon yang sehat, dan menjaga diri tetap stabil meski situasi sulit.
Regulasi emosi yang sehat itu bukanlah tentang berpura-pura menjadi tegar,
menahan tangis, memaksa diri selalu positif, atau memendam emosi sampai meledak.
Banyak orang justru melakukan emotional suppression (penekanan emosi) dan mengira itu adalah regulasi.
Padahal suppression membuat stres meningkat, tekanan darah naik, dan tubuh selalu siaga.
Regulasi emosi yang benar adalah mengizinkan emosi hadir,
kemudian menenangkannya dengan strategi yang tepat.
Sumber Berita : Diolah Dari Berbagai Sumber






















