Pertanyaan Terbesar Orang Tua Tentang Personal Boundaries Anak dan Cara Mendampinginya

Rabu, 12 November 2025 - 12:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Orang Tua Berdiskusi dengan Ahli Parenting tentang Solusi Menjaga Personal Boundaries pada Anak

Ilustrasi Orang Tua Berdiskusi dengan Ahli Parenting tentang Solusi Menjaga Personal Boundaries pada Anak

Bagaimana membedakan boundaries sehat dan boundaries berlebihan?

Hal ini penting, karena tanpa penjelasan anak bisa salah memahami.
Personal Boundaries yang sehat itu sama dengan usaha untuk melindungi diri.
Dengan tetap sopan, menjaga kenyamanan, menghargai orang lain.

Sedangkan Boundaries berlebihan itu tidak sama dengan mengontrol orang lain,
aktifitas seperti melarang, memaksa, menuntut dan mengisolasi diri.

Bagaimana solusi terbaik untuk orang tua,
Langkah sederhananya,
mulailah dengan mengajarkan anak 3 pertanyaan reflektif,
“Batas ini melindungi diriku?”
“Batas ini menyakiti orang lain?”
“Batas ini membuat hubungan lebih sehat?”
Jika jawabannya tiga-tiganya “ya”, batas itu sehat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bagaimana membantu anak keluar dari Personal Boundaries yang tidak sehat?

Contoh boundaries yang tidak baik baik saja atau tidak sehat,
Jika seorang anak terlalu menjadi penurut, keras kepala, mudah dimanfaatkan, terlalu takut berkonflik
hingga menjadi terlalu menutup diri.

Solusi psikologis yang bisa orang tua terapkan,
Gunakan 3 pendekatan,
1. Berikan Emotional Awareness kepada Anak,
Bantulah anak mengenali emosinya,
bagiamana emosi marah, sedih, takut, lelah, bingung.

2. Selalu Lakukan Self-Check Dialog
Tanyakan:,
“Kamu capek?”
“Kamu nyaman?”
“Kamu mau atau tidak?”

3. Gunakan Teknik STOP (terapi mindfulness):
S — Stop
T — Take a breath
O — Observe feeling
P — Proceed with clarity
Ini membantu anak membangun kontrol diri.

BACA JUGA  Inspirasi dari Kutipan Inspiratif Pagi, Memulai adalah Kunci Keberhasilan dan Mewujudkan Mimpi

Sumber Berita : Diolah Dari Berbagai Sumber

Berita Terkait

UAD dan Kalurahan Caturharjo Kolaborasikan Teknologi Pengelolaan Sampah Berbasis IoT melalui Program BESTARI SAINTEK
Hormon Kebahagiaan, Yang Mengatur Mood, Motivasi, dan Ikatan Sosial Kamu
Mengenal Tubuh Manusia, Robot Biologis dengan Kecerdasan Super
Berita Pers – FILKOM UB Berkolaborasi dengan PKBM PPI Taiwan dan UNIMIG Taiwan, Tingkatkan Literasi AI bagi PMI dengan Dukungan KDEI Taipei
Emotional Climate dalam Organisasi, Cara Emosi Kolektif Mempengaruhi Kinerja Tim
Kecerdasan Emosional dalam Organisasi
Emotional Intelligence vs Emotional Fitness, Mana yang Lebih Penting untuk Kariermu?
Mengapa Emotional Fitness Menjadi Keterampilan Paling Dicari di Dunia Kerja Modern

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 14:14 WIB

UAD dan Kalurahan Caturharjo Kolaborasikan Teknologi Pengelolaan Sampah Berbasis IoT melalui Program BESTARI SAINTEK

Selasa, 10 Februari 2026 - 15:15 WIB

Hormon Kebahagiaan, Yang Mengatur Mood, Motivasi, dan Ikatan Sosial Kamu

Senin, 5 Januari 2026 - 14:14 WIB

Mengenal Tubuh Manusia, Robot Biologis dengan Kecerdasan Super

Rabu, 10 Desember 2025 - 15:15 WIB

Berita Pers – FILKOM UB Berkolaborasi dengan PKBM PPI Taiwan dan UNIMIG Taiwan, Tingkatkan Literasi AI bagi PMI dengan Dukungan KDEI Taipei

Jumat, 5 Desember 2025 - 10:10 WIB

Kecerdasan Emosional dalam Organisasi

Berita Terbaru

Tubuh Manusia adalah Robot Super Biologis

Pendidikan

Mengenal Tubuh Manusia, Robot Biologis dengan Kecerdasan Super

Senin, 5 Jan 2026 - 14:14 WIB