Kesalahan Memahami Konsep ‘Baik’ dalam Budaya Kita
Dalam banyak budaya Asia,
termasuk Indonesia, “baik” sering disamakan dengan patuh, tunduk, membantu tanpa batas,
hingga tidak bisa menolak permintaan dan selalu ada untuk orang lain.
Sayangnya, definisi ini berbahaya.
Psikologi menyebutnya toxic niceness.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Jika kamu selalu berusaha jadi “orang baik versi semua orang”, kamu berhenti menjadi dirimu sendiri.
Boundaries bukan tindakan tidak sopan.
Boundaries adalah tindakan menghormati diri sendiri.
Psikologi menjelaskan bahwa boundaries lahir dari nilai hidup, prioritas, kapasitas, tujuan,
hingga keadaan mental dan emosi yang dipahami.
Jika seseorang tidak mengenal dirinya, boundaries jadi kabur.
Kamu mungkin merasa,
“Aku bingung kenapa aku merasa keberatan.”
“Aku tidak tahu batasanku apa.”
“Aku selalu bilang ‘iya’ dulu, menyesal belakangan.”
Masalahnya bukan pada kemampuanmu, tetapi pada self-awareness yang belum dibangun.
Sumber Berita : Diolah Dari Berbagai Sumber
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya





















