Pengembangan teknologi pengelolaan sampah berbasis Internet of Things (IoT), termasuk sistem deteksi emisi gas berbahaya pada area pengolahan sampah serta penerapan low-cost vision method untuk mendukung pemantauan visual yang lebih efektif, efisien, dan terjangkau tersebut akan menjadi penyempurna program pengelolaan sampah yang sudah dilakukan di Caturharjo.
Selain itu, program tidak hanya berfokus pada aspek teknologi, namun juga mengedepankan pendekatan living laboratory dan co-creation yang menempatkan masyarakat sebagai bagian utama dalam proses inovasi.
Melalui pendekatan tersebut, masyarakat akan dilibatkan secara aktif dalam pengelolaan, pengambilan keputusan, pengembangan solusi, hingga penguatan kesadaran dan kemandirian lingkungan secara berkelanjutan.
Kegiatan kunjungan awal yang dilaksanakan di Emperan Inspirasi Toga Tobato atau Rumah Dilan (Rumah Pendidikan dan Pelatihan) ini merupakan bagian dari rangkaian program pendampingan dan penelitian yang akan berlangsung selama satu tahun penuh.
Program tersebut juga diintegrasikan dengan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Rekognisi yang melibatkan 34 mahasiswa dari berbagai program studi di Universitas Ahmad Dahlan.
Melalui kolaborasi multidisipliner ini, mahasiswa diharapkan dapat terlibat langsung dalam proses pemberdayaan masyarakat, penguatan kesadaran lingkungan, serta implementasi teknologi pengelolaan sampah berbasis Internet of Things (IoT) di Kalurahan Caturharjo.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh perangkat kalurahan, pengelola Rumah Kumpul Sampah Bapak Arifin Hasan, kader dan relawan pengelolaan sampah padukuhan, pengurus Bank Sampah Tuku Rempah (Gluntung Kidul Resik Sampah), para ketua RT, komunitas Oemah Inovasi, serta berbagai elemen masyarakat yang selama ini aktif mendukung penguatan pengelolaan lingkungan di Kalurahan Caturharjo.
Selain menjadi forum kolaborasi dan penguatan program lingkungan, kegiatan ini juga menghadirkan para lansia untuk menerima santunan sembako sebagai bentuk nyata pemanfaatan hasil pengelolaan Rumah Kumpul Sampah yang memberikan manfaat sosial bagi masyarakat sekitar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Melalui program tersebut, diharapkan Kalurahan Caturharjo dapat menjadi model pengelolaan sampah terpadu berbasis teknologi dan pemberdayaan masyarakat yang dapat direplikasi di berbagai wilayah lain di Indonesia.
Penulis : Humas LPPM UAD
Editor : Inspirator
Sumber Berita : Tim LPPM UAD





















