Inspirasi Run To Care bersama RunnerMu, Berlari dan Peduli Sesama

Rabu, 4 September 2024 - 13:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim Runnermu,
credit : RunnerMu, Komunitas Lari Kader Muhammadiyah

Tim Runnermu, credit : RunnerMu, Komunitas Lari Kader Muhammadiyah

Ruanginspirasimu.com – Halo, Inspirator Setia ! Ada kabar dan inspirasi menarik nih, dari dunia lari dan kemanusiaan, yang akan kita bagikan dan bisa kamu simak sebagai inspirasi bersama.

Pada 9-11 Agustus 2024, ajang Run To Care (RTC) kembali digelar,
membawa semangat yang tak hanya soal kecepatan berlari,
tapi juga soal kepedulian terhadap sesama.

Event ini benar-benar ditunggu-tunggu oleh para pelari dan pecinta kegiatan sosial,
karena rute yang ditempuh sejauh 150 kilometer,
dari Bandung menuju Lembang melewati Sumedang, Subang, hingga Purwakarta.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kenapa sih event ini begitu spesial?
Bukan hanya karena tantangan fisiknya ya,
tapi juga karena tujuan mulia di baliknya.

Run To Care 2024, Lari dengan Inspirasi Sosial yang Tinggi

Run To Care,
sesuai dengan namanya,
bertujuan untuk mendukung pengasuhan anak-anak yang dibina oleh Desa Anak SOS Indonesia.

tangkapan layar website runtocare2024(https://runtocare.com/public/)

 

 

 

 

 

 

 

 

Jadi,
setiap langkah yang diambil oleh para pelari bukan hanya untuk diri mereka sendiri,
tapi juga untuk masa depan anak-anak yang membutuhkan.

Tahun ini,
RunnerMu, komunitas pelari yang beranggotakan kader Muhammadiyah,
ikut meramaikan acara ini dengan penuh antusias.

Empat anggota RunnerMu turut serta dalam dua kategori lari yang berbeda.
Anton Yudhana, Watra Arsadiano, dan Andri Pranolo,
tiga dosen sekaligus pelari dari Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta,
memilih tantangan Relay 50 Km.

Sementara itu,
Muhammad Adib Ramadhan, pelari asal Lombok,
memilih untuk menaklukkan rute penuh sejauh 150 Km.

BACA JUGA  Rahasia Sederhana Bagaimana Meningkatkan Hormon Oksitosin

Penulis : RunnerMu

Editor : Inspirator

Sumber Berita : Diolah Dari Berbagai Sumber, suaramuhammadiyah.id, runnermu

Berita Terkait

Berita Pers – FILKOM UB Berkolaborasi dengan PKBM PPI Taiwan dan UNIMIG Taiwan, Tingkatkan Literasi AI bagi PMI dengan Dukungan KDEI Taipei
Emotional Climate dalam Organisasi, Cara Emosi Kolektif Mempengaruhi Kinerja Tim
Kecerdasan Emosional dalam Organisasi
Emotional Intelligence vs Emotional Fitness, Mana yang Lebih Penting untuk Kariermu?
Mengapa Emotional Fitness Menjadi Keterampilan Paling Dicari di Dunia Kerja Modern
Emotional Fitness Kunci Kesuksesan di Dunia Kerja Modern
Regulasi Emosi vs Kecerdasan Emosional, Mana yang Lebih Menentukan Kesuksesan?
Regulasi Emosi, Keterampilan Dasar yang Banyak Diabaikan

Berita Terkait

Rabu, 10 Desember 2025 - 15:15 WIB

Berita Pers – FILKOM UB Berkolaborasi dengan PKBM PPI Taiwan dan UNIMIG Taiwan, Tingkatkan Literasi AI bagi PMI dengan Dukungan KDEI Taipei

Senin, 8 Desember 2025 - 18:18 WIB

Emotional Climate dalam Organisasi, Cara Emosi Kolektif Mempengaruhi Kinerja Tim

Jumat, 5 Desember 2025 - 10:10 WIB

Kecerdasan Emosional dalam Organisasi

Kamis, 4 Desember 2025 - 09:09 WIB

Emotional Intelligence vs Emotional Fitness, Mana yang Lebih Penting untuk Kariermu?

Rabu, 3 Desember 2025 - 12:12 WIB

Mengapa Emotional Fitness Menjadi Keterampilan Paling Dicari di Dunia Kerja Modern

Berita Terbaru

Kecerdasan Emosi dalam Kepemimpinan Dan Organisasi

Pengembangan Diri

Kecerdasan Emosional dalam Organisasi

Jumat, 5 Des 2025 - 10:10 WIB