RuangInspirasimu.com menawarkan beberapa tips untuk mengubah penundaan menjadi produktivitas
Tetapkan tujuan yang SMART
Specific (Spesifik)
Tetapkan dengan jelas apa yang ingin Kamu capai.
Daripada tujuan yang samar seperti “menjadi bugar”, tujuan spesifik bisa berupa “angkat beban 50 kg di bench press pada akhir tahun.” Semakin spesifik Kamu, semakin mudah untuk melacak kemajuan dan tetap termotivasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Measurable (Dapat Diukur)
Tetapkan cara untuk mengukur kemajuan Kamu. Bagaimana Kamu tahu Kamu semakin dekat dengan tujuan?
Dalam contoh sebelumnya, Kamu bisa mengukur berat beban yang diangkat. Ini memungkinkan Kamu untuk melihat peningkatan dan menyesuaikan rencana sesuai kebutuhan.
Achievable (dapat dicapai)
Bersikap realistis tentang apa yang bisa Kamu capai.
Meskipun bermimpi besar itu bagus, menetapkan tujuan yang mustahil dapat menyebabkan kekecewaan.
Jika Kamu belum pernah mengangkat beban sebelumnya, aiming for a 500-pound bench press (menargetkan bench press 500 kg) dalam setahun mungkin tidak dapat dicapai.
Mulailah dengan tujuan yang lebih kecil dan dapat dicapai, lalu secara bertahap tingkatkan kesulitannya.
Relevant (Sesuai)
Pastikan tujuan Kamu selaras dengan tujuan dan nilai keseluruhan Kamu.
Tanyakan pada diri sendiri, “Mengapa tujuan ini penting bagi saya?”
Jika Kamu ingin menjadi bugar untuk kesehatan yang lebih baik, itu adalah tujuan relevan yang mendukung kesejahteraan Kamu.
Namun, jika Kamu menginginkan bentuk tubuh atletis hanya untuk mengesankan orang lain, itu mungkin tidak terlalu memotivasi secara intrinsik.
Time-bound (Terikat Waktu)
Tetapkan tenggat waktu untuk mencapai tujuan Kamu.
Tanpa kerangka waktu, mudah untuk terus menunda-nunda. Tujuan terikat waktu menciptakan rasa urgensi dan membantu Kamu tetap fokus.
Dalam contoh , aiming to lift 50 pounds by the end of the year (bertujuan untuk mengangkat beban 50 kg pada akhir tahun) memberi Kamu tanggal target yang konkret.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya





















