Otak, Komputer Super yang Tidak Pernah Benar-Benar Mati
Dalam analogi robot, otak adalah superkomputer utamanya.
Dengan miliaran neuron dan triliunan koneksi, otak manusia tidak hanya menghitung dan menganalisis.
Ia memprediksi, membayangkan, mengingat, dan merasakan.
Namun penting untuk dipahami, otak bukan satu-satunya pusat kecerdasan dalam tubuh.
Tubuh manusia menggunakan sistem kecerdasan terdistribusi.
Apa itu Kecerdasan Terdistribusi, yaitu Saat Tubuh Ikut “Berpikir”?
Jantung memiliki jaringan neuron sendiri.
Usus sering disebut sebagai “otak kedua”.
Sistem saraf di seluruh tubuh terus mengirim dan menerima informasi.
Inilah sebabnya kamu bisa merasakan banyak hal, misalkan firasat yang sulit dijelaskan,
rasa tidak nyaman tanpa alasan logis, ketenangan yang muncul tiba-tiba saat berada di tempat tertentu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tubuh memproses data jauh sebelum pikiran sadar memberi label.
Dalam konteks robot,
ini seperti memiliki banyak prosesor kecil yang bekerja paralel,
bukan satu CPU tunggal yang harus menangani semuanya.
Sistem Operasi Tubuh, Mode Bertahan dan Mode Pemulihan
Setiap robot memiliki sistem operasi.
Tubuh manusia juga.
Sistem saraf otonom mengatur apakah tubuh berada dalam mode bertahan (darurat) ataupun mode pemulihan (aman).
Masalah manusia modern adalah terlalu sering hidup di mode darurat.
Deadline, tekanan sosial, tuntutan ekonomi,
trauma masa lalu semuanya membuat tubuh merasa seolah bahaya tidak pernah benar-benar selesai.
Akibatnya, robot biologis ini terus berjalan tanpa jeda perawatan.
Dan ketika sistem terlalu lama dipaksa,
tubuh mulai memberi sinyal melalui kelelahan kronis, emosi mudah meledak, gangguan tidur,
sakit tanpa sebab medis yang jelas.
Sumber Berita : Diolah Dari Berbagai Sumber
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya





















