Lima Pilar EQ yang Menentukan Sehat Tidaknya Organisasi
Pilar Pertama adalah Self-awareness, kemampuan membaca emosi diri sendiri.
Pemimpin yang tidak sadar emosinya akan mudah melukai anggota tim tanpa sadar.
Yang Kedua, Self-regulation, Kemampuan mengendalikan emosi di saat konflik atau tekanan.
Inilah pembeda antara pemimpin yang disegani dan pemimpin yang ditakuti.
Ketiga tentang Motivation, Energi internal yang menyala dari dalam diri.
Emosi positif menular begitu pula emosi negatif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pilar Keempat adalah Empathy, Keterampilan memahami perspektif dan kondisi emosional orang lain.
Tanpa empati, tidak ada kepercayaan dalam tim.
Pilar Terakhirnya, Social Skills, cara berkomunikasi yang jelas, terbuka, dan membangun kolaborasi.
Soft skill ini menentukan 80% efektivitas kepemimpinan.
Bagaimana Efek EQ dalam Budaya Kerja Modern
Selain kemampuan teknis, di dunia kerja modern ini jelas sekali dibutuhkan kemampuan tentang mengelola dan mengatur Emosi,
karena dengan EQ akan bisa memberikan dampak yang sangat besar di dunia kerja,
Mulai dari menumbuhkan budaya kerja yang Lebih Sehat,
Karyawan merasa dihargai, didengar, dan aman untuk menyampaikan pendapat.
Kemudian bisa membantu menurunkan Konflik Internal,
EQ membuat pemimpin mampu mendamaikan, bukan menambah masalah.
Tentunya dengan EQ akan lebih bisa membangun Kolaborasi yang lebih efektif,
Ketika emosi terkelola, tim bisa fokus pada solusi.
Sehingga bisa berdampak kepada Produktivitas tim yang meningkat,
Karyawan yang merasa nyaman bekerja lebih kreatif dan efisien.
Dalam jangka panjang, akan membentuk situasi dan Retensi Talenta lebih stabil,
Orang tidak keluar dari pekerjaan, biasanya mereka keluar dari pemimpin yang tidak peka.
Dalam hal ini,
peran Pemimpin sebagai penentu Emosi Kolektif menjadi sangat penting,
Karena Pemimpin bukan hanya pengambil keputusan.
Namun Pemimpin juga sebagai pengatur frekuensi emosi dalam tim.
Cara pemimpin berbicara,
Cara pemimpin merespons masalah,
Cara pemimpin menunjukkan emosi,
semuanya menjadi sinyal yang dibaca seluruh anggota tim.
Jika pemimpin gelisah, tim ikut gelisah.
Jika pemimpin tenang, tim ikut stabil.
Inilah yang disebut emotional contagion emosi menular.
Sumber Berita : Diolah Dari Berbagai Sumber
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya





















