Parenting, Antara Harapan Orang Tua dan Kenyataan

Rabu, 1 Oktober 2025 - 17:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Parenting, Antara Harapan Orang Tua dan Kenyataan

Parenting, Antara Harapan Orang Tua dan Kenyataan

Ruanginspirasimu.com – Pernahkah kamu sebagai orang tua tanpa sadar berkata pada anak, “Jangan begitu, ikuti saja cara Ayah/Ibu.”
Kalimat sederhana itu, meski penuh niat baik, sering kali menjadi penghalang bagi anak untuk mengenali dirinya sendiri.
Orang tua kerap melihat anak sebagai cerminan mereka, kalau orang tua disiplin, maka anak harus disiplin.
Kalau orang tua berprestasi, maka anak juga wajib berprestasi.

Padahal, setiap anak memiliki dunia dalam dirinya sendiri.
Mereka bukan salinan, melainkan individu yang unik.

Inspirasi Parenting, Antara Harapan Orang tua dan Kenyataan, Dunia dalam Diri Anak Itu Nyata

Anak bisa tampak seperti kita dari luar, cara berbicara, cara belajar, bahkan hobi tertentu.
Tapi di balik itu, ada dunia batin yang berbeda: mimpi, minat, ketakutan, bahkan caranya memandang kehidupan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bayangkan seorang anak yang suka menggambar, sementara orang tuanya berharap dia unggul di bidang akademik.
Jika terus dipaksa, anak itu mungkin patuh.
Tapi di dalam dirinya, ada suara yang ingin didengar, “Aku suka seni, aku ingin mengekspresikan diriku.”
Di sinilah pentingnya mendengarkan.

Kisah Sederhana di Ruang Keluarga

Sore itu, Andi-seorang ayah muda—melihat putrinya, Naya, sibuk menggambar bunga dengan krayon warna-warni.
Alih-alih memuji, ia berkata, “Kenapa nggak belajar matematika dulu? Itu kan lebih penting.”
Naya hanya diam.
Tapi sorot matanya sayu. Malam harinya, Andi merenung.
Ia teringat masa kecilnya dulu, ketika ia ingin menjadi penulis, tapi dilarang karena “tidak menjanjikan.”
Ia akhirnya sadar, ia sedang mengulang siklus yang sama.

Keesokan harinya, Andi mengubah pendekatan.
Ia duduk di samping Naya dan bertanya, “Boleh Ayah tahu, kenapa kamu suka menggambar?”
Wajah Naya pun berbinar.
Ia merasa didengarkan.
Itulah titik balik hubungan mereka.

BACA JUGA  Taklukkan Rasa Takutmu, Kunci Percaya Diri untuk Raih Sukses

Sumber Berita : Diolah Dari Berbagai Sumber

Berita Terkait

Mengenal Tubuh Manusia, Robot Biologis dengan Kecerdasan Super
Berita Pers – FILKOM UB Berkolaborasi dengan PKBM PPI Taiwan dan UNIMIG Taiwan, Tingkatkan Literasi AI bagi PMI dengan Dukungan KDEI Taipei
Emotional Climate dalam Organisasi, Cara Emosi Kolektif Mempengaruhi Kinerja Tim
Kecerdasan Emosional dalam Organisasi
Emotional Intelligence vs Emotional Fitness, Mana yang Lebih Penting untuk Kariermu?
Mengapa Emotional Fitness Menjadi Keterampilan Paling Dicari di Dunia Kerja Modern
Emotional Fitness Kunci Kesuksesan di Dunia Kerja Modern
Regulasi Emosi vs Kecerdasan Emosional, Mana yang Lebih Menentukan Kesuksesan?

Berita Terkait

Senin, 5 Januari 2026 - 14:14 WIB

Mengenal Tubuh Manusia, Robot Biologis dengan Kecerdasan Super

Rabu, 10 Desember 2025 - 15:15 WIB

Berita Pers – FILKOM UB Berkolaborasi dengan PKBM PPI Taiwan dan UNIMIG Taiwan, Tingkatkan Literasi AI bagi PMI dengan Dukungan KDEI Taipei

Senin, 8 Desember 2025 - 18:18 WIB

Emotional Climate dalam Organisasi, Cara Emosi Kolektif Mempengaruhi Kinerja Tim

Jumat, 5 Desember 2025 - 10:10 WIB

Kecerdasan Emosional dalam Organisasi

Kamis, 4 Desember 2025 - 09:09 WIB

Emotional Intelligence vs Emotional Fitness, Mana yang Lebih Penting untuk Kariermu?

Berita Terbaru

Tubuh Manusia adalah Robot Super Biologis

Pendidikan

Mengenal Tubuh Manusia, Robot Biologis dengan Kecerdasan Super

Senin, 5 Jan 2026 - 14:14 WIB

Kecerdasan Emosi dalam Kepemimpinan Dan Organisasi

Pengembangan Diri

Kecerdasan Emosional dalam Organisasi

Jumat, 5 Des 2025 - 10:10 WIB