Psikologi Emosi, Mengapa Self-Awareness Itu Penting
Salah satu cara paling efektif untuk memutus lingkaran ini adalah dengan meningkatkan self-awareness atau kesadaran diri. Daniel Goleman dalam konsep emotional intelligence menekankan bahwa mengenali emosi adalah langkah pertama untuk bisa mengelolanya.
Tanpa kesadaran diri, kita hanya akan menjadi korban dari gelombang pikiran yang datang silih berganti.
Self-awareness berarti mampu memberi nama pada perasaan yang muncul, menyadari pemicunya, dan memilih cara merespons.
Misalnya, ketika merasa cemas karena deadline, kita bisa berhenti sejenak, bernapas dalam-dalam, lalu menyusun prioritas. Kesadaran sederhana ini sudah cukup untuk mengurangi dampak negatif overthinking.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam dunia psikologi klinis,
cognitive behavioral therapy (CBT) sering digunakan untuk membantu orang mengatasi pikiran berlebihan.
Intinya adalah mengubah self-talk, percakapan batin kita sendiri.
Jika biasanya kita berkata, “Aku pasti gagal,”
CBT melatih kita menggantinya dengan, “Aku akan berusaha sebaik mungkin dan belajar dari proses ini.”
Perubahan kecil dalam bahasa bisa berdampak besar pada emosi dan tindakan.
Self-talk positif membantu otak membangun pola baru yang lebih sehat.
Seiring waktu, pola ini bisa menjadi kebiasaan yang memperkuat kepercayaan diri,
sekaligus mengurangi kecenderungan overthinking.
Mindfulness dan Gratitude, Dua Latihan Psikologi untuk Menata Emosi
Selain CBT, ada dua latihan psikologis yang terbukti efektif dalam mengelola emosi yaitu mindfulness dan gratitude. Mindfulness, menurut Jon Kabat-Zinn, adalah kemampuan untuk hadir sepenuhnya pada momen kini.
Saat kita berlatih mindfulness,
pikiran tidak lagi berkelana ke masa lalu atau masa depan yang sering memicu overthinking.
Sementara itu,
rasa syukur atau gratitude menurut penelitian psikologi positif dapat meningkatkan kesehatan mental dan kebahagiaan.
Dengan melatih diri untuk menemukan hal-hal kecil yang bisa disyukuri setiap hari,
kita mengubah fokus dari kekurangan menjadi kelimpahan.
Dua latihan ini, meski sederhana, terbukti efektif untuk membantu emosi lebih stabil dan pikiran lebih sehat.
Sumber Berita : Diolah Dari Berbagai Sumber
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya





















