Dimana Kita Bisa Menerapkan Penyesuaian Gaya Belajar?
Tidak harus di ruang belajar. Gaya belajar anak bisa diterapkan dan dioptimalkan di banyak situasi,
Di rumah, saat anak anak bermain, membaca buku, menonton film, atau saat ngobrol.
Ketika di sekolah, orang tua bisa dengan melakukan komunikasi dua arah dengan guru, orang tua bisa menyarankan pendekatan yang cocok.
Bisa juga melakukannya saat di tempat umum, saat berkunjung ke museum, kebun binatang,
atau bahkan saat belanja, semua bisa dimanfaatkan menjadi momen edukatif.
Selanjutnya, Kamu pasti bertanya, Bagaimana Cara Mengoptimalkan Gaya Belajar Anak?
Nah, ini bagian penting yang sering ditanyakan, “Lalu, harus mulai dari mana?”
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pertama-tama Lakukan Observasi dengan Penuh Kesadaran,
Amati cara anak bermain, menyelesaikan tugas, atau merespons informasi.
Apakah mereka suka menggambar? Senang mendengarkan cerita?
Atau justru lebih suka menyentuh dan mencoba langsung?
Kemudian, Cobalah untuk mengajak Anak Aktif dan Antusias untuk melakukan eksperimen,
Misalkan dengan menyediakan berbagai metode belajar,
mulai dari video edukasi, buku bergambar, eksperimen sains, musik edukatif,
hingga mengajak anak memilih yang paling mereka sukai.
Jangan Lupa juga untuk selalu menggunakan Kombinasi,
agar anak tidak jenuh dan membosankan,
serta untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal.
Jarang sekali anak hanya punya satu gaya belajar.
Banyak anak bersifat multi-modal, artinya bisa belajar dengan lebih dari satu cara.
Gabungkan metode agar lebih kaya dan fleksibel.
Ini hal yang tidak mudah, yaitu Hindari kecenderungan melakukan Perbandingan dengan yang lain,
Jangan membandingkan anakmu dengan anak lain.
Anak bukan produk pabrik.
Mereka adalah individu dengan cara belajar dan tumbuh yang unik.
Setelah semua di atas dijalani dengan konsisten,
tahap berikutnya,
sebagai orang tua tetap perlu menjalin komunikasi secara intens dengan Guru,
Bekerja sama dengan guru atau pengasuh bisa menjadi kunci.
Orang tua bisa menyampaikan apa yang berhasil di rumah,
agar bisa disinergikan dengan aktivitas belajar di sekolah.
Kisah Inspiratifnya, Alam, Si Anak “Lambat” yang Ternyata Kinestetik
Ada seorang anak, sebutlah namanya Alam (7 tahun),
yang dianggap “nakal dan tidak bisa diam” di kelas.
Ia sering dihukum karena tidak fokus saat guru menjelaskan.
Orang tuanya mulai khawatir, hingga suatu hari mereka berkonsultasi dengan psikolog anak.
Hasilnya? Alam adalah anak dengan gaya belajar kinestetik tinggi.
Ia menyerap informasi lewat gerakan dan aktivitas.
Ketika guru dan orang tua mulai memfasilitasi belajar dengan alat peraga,
dan metode praktik langsung, nilainya meningkat drastis.
Lebih penting lagi, sang anak, Alam, kembali bahagia.
Ini bukan cerita langka. Banyak anak seperti Alam di luar sana, hanya butuh satu hal, dimengerti.
Tips Praktis untuk Orang Tua
Pertama adalah Cobalah Kenali dulu gaya belajar anakmu,
Ajak mereka belajar dengan berbagai cara, dan perhatikan mana yang paling membuat mereka antusias.
Selalu usahakan bisa menciptakan suasana belajar yang menyenangkan buat anak,
Jika perlu, Gunakan alat bantu visual, permainan edukatif, atau musik ringan,
Ingat, demi menghargai usaha anak, selalu Fokus pada proses, bukan hanya hasil.
Anak perlu dihargai atas usaha, bukan semata-mata nilai.
Dukung anak sesuai gaya belajarnya, bukan gaya belajar kita.
Jangan paksakan anak belajar dengan cara yang menurut kita “normal.”
Lebih baik lagi jika orang tua bisa memberikan ruang eksplorasi.
Karena semua Anak butuh kebebasan mencoba dan gagal. Dari sanalah mereka belajar.
Sebagai Orang tua, Kamu perlu menyadari dan mengingatnya,
bahwa Anakmu Bukan Kamu, dan Itu Indah.
Sering kali, kita ingin anak belajar seperti kita dulu.
Tapi zaman sudah berubah.
Anakmu bukan kamu.
Dan itu bukan masalah.
Karena sebenarnya justru itu keindahannya.
Dengan mengenali gaya belajar mereka dan mendampingi dengan penuh cinta,
kamu tidak hanya membantu mereka belajar,
kamu sedang membangun pondasi karakter, kepercayaan diri, dan masa depan yang cerah.
Anak-anak adalah taman yang indah, dan tugas kita bukan menyamakan semua bunga,
tapi merawat mereka agar tumbuh sesuai jenis dan keindahan masing-masing.
Sedikit Kalimat inspiratif,
“Parenting bukan soal membentuk anak jadi seperti keinginan kita, tapi menemukan siapa mereka sebenarnya dan membantu mereka menjadi versi terbaik dari dirinya sendiri.” – ruanginspirasimu
Kalau kamu merasa artikel ini bermanfaat, bantu sebarkan ke sesama orang tua.
Karena bisa jadi, ada anak lain yang menunggu dimengerti.
Sumber Berita : Diolah Dari Berbagai Sumber
Halaman : 1 2





















