Kenali Gaya Belajar Anak dan Peran Orang Tua dalam Mengoptimalkannya

Kamis, 15 Mei 2025 - 14:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Orang Tua Mengenali Gaya Belajar Anak secara Optimal

Ilustrasi Orang Tua Mengenali Gaya Belajar Anak secara Optimal

Ruanginspirasimu.com – Kenapa sih, anakku susah banget belajar? Itu adalah pertanyaan yang sering muncul di benak banyak orang tua muda. Tidak sedikit dari kita yang langsung berpikir, “Mungkin anak saya malas,” atau bahkan “Kayaknya dia nggak sepintar anak-anak lain.” Tapi tahukah kamu, bisa jadi masalahnya bukan di anak, melainkan di cara belajarnya yang belum sesuai dengan gaya belajar alami mereka.

Dalam dunia parenting dan psikologi pendidikan, gaya belajar adalah kunci penting yang sering terabaikan.

Setiap anak punya cara belajar yang berbeda.
Tugas orang tua bukan memaksa anak mengikuti cara kita, tapi menemukan cara yang paling pas untuk mereka.

Yuk, kita bahas lebih dalam, karena ini bukan hanya soal belajar akademik, tapi soal mengenal dan mencintai anak secara utuh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Apa Itu Gaya Belajar Anak?

Gaya belajar adalah cara dominan seseorang dalam menyerap, memahami, dan mengolah informasi.
Pada anak-anak, gaya belajar ini sangat penting dikenali sejak dini,
karena memengaruhi cara mereka menerima pelajaran di sekolah, rumah, bahkan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut teori VARK yang dikembangkan oleh Neil Fleming, ada beberapa tipe gaya belajar yang umum, yaitu,

Visual (Melihat) – Anak mudah memahami lewat gambar, warna, grafik.
Auditory (Mendengar) – Anak menyerap informasi lewat suara, lagu, diskusi.
Kinesthetic (Bergerak/Sentuhan) – Anak belajar paling baik lewat aktivitas fisik.
Reading/Writing (Membaca/Menulis) – Anak senang menyimak teks dan membuat catatan.

Beberapa teori lainnya juga menambahkan tipe sosial dan soliter dalam gaya belajar anak.
Tapi intinya, setiap anak itu unik.

Pertanyaan Berikutnya,
Kenapa Orang Tua Perlu Tahu Gaya Belajar Anak?

BACA JUGA  UTBK SNBT 2024, Membongkar Kisi-kisi Materi Tes

Bayangkan kamu diberikan buku petunjuk dalam bahasa yang tidak kamu pahami.
Kamu mungkin frustrasi, menyerah, dan akhirnya merasa gagal,
padahal kamu bukan tidak mampu, hanya tidak diberi cara yang tepat.

Nah, seperti itulah yang sering terjadi pada anak.

Banyak anak dianggap “lemah” atau “lambat belajar”,
hanya karena lingkungan tidak mengenali gaya belajar mereka.
Padahal, dengan pendekatan yang tepat, potensi mereka bisa muncul luar biasa.

Orang tua yang paham gaya belajar anak akan memberikan dampak positif,
Menjadi Lebih sabar dalam mendampingi proses belajar anaknya,
Sehingga bisa Lebih tepat dalam memilih metode belajar di rumah,
Yang akan berdampak kepada kemampuan orang tua dalam membangun kepercayaan diri anak,
Hingga bisa Mencegah konflik dan tekanan dalam proses pendidikan bagi anaknya.

Sebenarnya, Mulai Kapan Gaya Belajar Anak Bisa Dikenali?

Usia terbaik untuk mulai mengenali gaya belajar anak adalah usia 3–7 tahun,
yaitu saat anak mulai menunjukkan preferensi dalam cara mereka berinteraksi dengan dunia.

Tapi tidak ada kata terlambat.
Bahkan di usia SD hingga remaja pun,
orang tua masih bisa mulai mengevaluasi dan menyesuaikan pendekatan belajar.

Tanda-tanda gaya belajar bisa dikenali dari beberapa ciri cirinya,
Pertama, Coba Perhatian Cara anak bermain,
Kemudian perhatikan Cara anak menjawab pertanyaan,
atau melihat Reaksi anak terhadap cerita, gambar, atau gerakan,
Hingga mengamati Kecenderungan anak saat belajar (suka menggambar, bergerak, atau membaca).

Apakah ini hanya menjadi tanggaung jawab orang tua?
Atau Tanggung jawab gurunya ?
Jawabannya cukup jelas, kedua orang tua dan pendidik, memiliki tanggung jawab tersebut ,
tapi tanggung jawab pertama tetap ada pada orang tua.

Kenapa? Karena orang tualah yang paling dekat, paling kenal,
dan paling punya waktu berkualitas bersama anak sejak dini.

BACA JUGA  Informasi PENTING !!! Data Sekolah SMA/SMK di Indonesia Tahun 2023/2024

Guru di sekolah bisa membantu,
tetapi tidak bisa menggantikan peran orang tua.
Dan semakin anak merasa diterima dan difasilitasi di rumah,
semakin mudah mereka berkembang di lingkungan luar.

Sumber Berita : Diolah Dari Berbagai Sumber

Berita Terkait

Mengenal Tubuh Manusia, Robot Biologis dengan Kecerdasan Super
Berita Pers – FILKOM UB Berkolaborasi dengan PKBM PPI Taiwan dan UNIMIG Taiwan, Tingkatkan Literasi AI bagi PMI dengan Dukungan KDEI Taipei
Emotional Climate dalam Organisasi, Cara Emosi Kolektif Mempengaruhi Kinerja Tim
Kecerdasan Emosional dalam Organisasi
Emotional Intelligence vs Emotional Fitness, Mana yang Lebih Penting untuk Kariermu?
Mengapa Emotional Fitness Menjadi Keterampilan Paling Dicari di Dunia Kerja Modern
Emotional Fitness Kunci Kesuksesan di Dunia Kerja Modern
Regulasi Emosi vs Kecerdasan Emosional, Mana yang Lebih Menentukan Kesuksesan?

Berita Terkait

Senin, 5 Januari 2026 - 14:14 WIB

Mengenal Tubuh Manusia, Robot Biologis dengan Kecerdasan Super

Rabu, 10 Desember 2025 - 15:15 WIB

Berita Pers – FILKOM UB Berkolaborasi dengan PKBM PPI Taiwan dan UNIMIG Taiwan, Tingkatkan Literasi AI bagi PMI dengan Dukungan KDEI Taipei

Senin, 8 Desember 2025 - 18:18 WIB

Emotional Climate dalam Organisasi, Cara Emosi Kolektif Mempengaruhi Kinerja Tim

Jumat, 5 Desember 2025 - 10:10 WIB

Kecerdasan Emosional dalam Organisasi

Kamis, 4 Desember 2025 - 09:09 WIB

Emotional Intelligence vs Emotional Fitness, Mana yang Lebih Penting untuk Kariermu?

Berita Terbaru

Tubuh Manusia adalah Robot Super Biologis

Pendidikan

Mengenal Tubuh Manusia, Robot Biologis dengan Kecerdasan Super

Senin, 5 Jan 2026 - 14:14 WIB

Kecerdasan Emosi dalam Kepemimpinan Dan Organisasi

Pengembangan Diri

Kecerdasan Emosional dalam Organisasi

Jumat, 5 Des 2025 - 10:10 WIB