Ruanginspirasimu.com – Kenapa sih, anakku susah banget belajar? Itu adalah pertanyaan yang sering muncul di benak banyak orang tua muda. Tidak sedikit dari kita yang langsung berpikir, “Mungkin anak saya malas,” atau bahkan “Kayaknya dia nggak sepintar anak-anak lain.” Tapi tahukah kamu, bisa jadi masalahnya bukan di anak, melainkan di cara belajarnya yang belum sesuai dengan gaya belajar alami mereka.
Dalam dunia parenting dan psikologi pendidikan, gaya belajar adalah kunci penting yang sering terabaikan.
Setiap anak punya cara belajar yang berbeda.
Tugas orang tua bukan memaksa anak mengikuti cara kita, tapi menemukan cara yang paling pas untuk mereka.
Yuk, kita bahas lebih dalam, karena ini bukan hanya soal belajar akademik, tapi soal mengenal dan mencintai anak secara utuh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Apa Itu Gaya Belajar Anak?
Gaya belajar adalah cara dominan seseorang dalam menyerap, memahami, dan mengolah informasi.
Pada anak-anak, gaya belajar ini sangat penting dikenali sejak dini,
karena memengaruhi cara mereka menerima pelajaran di sekolah, rumah, bahkan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut teori VARK yang dikembangkan oleh Neil Fleming, ada beberapa tipe gaya belajar yang umum, yaitu,
Visual (Melihat) – Anak mudah memahami lewat gambar, warna, grafik.
Auditory (Mendengar) – Anak menyerap informasi lewat suara, lagu, diskusi.
Kinesthetic (Bergerak/Sentuhan) – Anak belajar paling baik lewat aktivitas fisik.
Reading/Writing (Membaca/Menulis) – Anak senang menyimak teks dan membuat catatan.
Beberapa teori lainnya juga menambahkan tipe sosial dan soliter dalam gaya belajar anak.
Tapi intinya, setiap anak itu unik.
Pertanyaan Berikutnya,
Kenapa Orang Tua Perlu Tahu Gaya Belajar Anak?
Bayangkan kamu diberikan buku petunjuk dalam bahasa yang tidak kamu pahami.
Kamu mungkin frustrasi, menyerah, dan akhirnya merasa gagal,
padahal kamu bukan tidak mampu, hanya tidak diberi cara yang tepat.
Nah, seperti itulah yang sering terjadi pada anak.
Banyak anak dianggap “lemah” atau “lambat belajar”,
hanya karena lingkungan tidak mengenali gaya belajar mereka.
Padahal, dengan pendekatan yang tepat, potensi mereka bisa muncul luar biasa.
Orang tua yang paham gaya belajar anak akan memberikan dampak positif,
Menjadi Lebih sabar dalam mendampingi proses belajar anaknya,
Sehingga bisa Lebih tepat dalam memilih metode belajar di rumah,
Yang akan berdampak kepada kemampuan orang tua dalam membangun kepercayaan diri anak,
Hingga bisa Mencegah konflik dan tekanan dalam proses pendidikan bagi anaknya.
Sebenarnya, Mulai Kapan Gaya Belajar Anak Bisa Dikenali?
Usia terbaik untuk mulai mengenali gaya belajar anak adalah usia 3–7 tahun,
yaitu saat anak mulai menunjukkan preferensi dalam cara mereka berinteraksi dengan dunia.
Tapi tidak ada kata terlambat.
Bahkan di usia SD hingga remaja pun,
orang tua masih bisa mulai mengevaluasi dan menyesuaikan pendekatan belajar.
Tanda-tanda gaya belajar bisa dikenali dari beberapa ciri cirinya,
Pertama, Coba Perhatian Cara anak bermain,
Kemudian perhatikan Cara anak menjawab pertanyaan,
atau melihat Reaksi anak terhadap cerita, gambar, atau gerakan,
Hingga mengamati Kecenderungan anak saat belajar (suka menggambar, bergerak, atau membaca).
Apakah ini hanya menjadi tanggaung jawab orang tua?
Atau Tanggung jawab gurunya ?
Jawabannya cukup jelas, kedua orang tua dan pendidik, memiliki tanggung jawab tersebut ,
tapi tanggung jawab pertama tetap ada pada orang tua.
Kenapa? Karena orang tualah yang paling dekat, paling kenal,
dan paling punya waktu berkualitas bersama anak sejak dini.
Guru di sekolah bisa membantu,
tetapi tidak bisa menggantikan peran orang tua.
Dan semakin anak merasa diterima dan difasilitasi di rumah,
semakin mudah mereka berkembang di lingkungan luar.
Sumber Berita : Diolah Dari Berbagai Sumber
Halaman : 1 2 Selanjutnya






















