Jika saat ini masih terjadi hal-hal negatif seperti perundungan/bullying di sekolah khususnya Sekolah agama / Pesantren bisa jadi disebabkan beberapa hal berikut ini :
Faktor Kurangnya Pemahaman:
• Kurangnya pemahaman tentang definisi dan dampak perundungan.
Banyak orang, termasuk siswa, guru, dan bahkan orang tua, tidak memahami definisi perundungan secara jelas. Hal ini menyebabkan mereka tidak menyadari bahwa tindakan mereka merupakan perundungan dan tidak mengambil langkah yang tepat untuk menanganinya.
• Kurangnya pemahaman tentang nilai-nilai agama.
Meskipun sekolah agama/pesantren bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai agama, masih ada siswa yang tidak memahami esensi nilai-nilai tersebut. Hal ini menyebabkan mereka tidak menerapkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam interaksi dengan teman sebaya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Faktor Lingkungan juga ikut berperan dalam membukanya potensi terjadinya kejadian perundungan /bullying, beberapa poin penyebabnya adalah sebagai berikut :
• Lingkungan sekolah yang tidak kondusif.
Kurangnya pengawasan dari guru, aturan sekolah yang tidak tegas, dan budaya sekolah yang tidak mendukung anti-perundungan dapat menjadi faktor yang memungkinkan terjadinya perundungan.
• Tekanan sosial dan budaya.
Tekanan dari teman sebaya untuk mengikuti tren dan norma yang tidak sehat dapat mendorong siswa untuk melakukan perundungan.
• Pengalaman traumatis di masa lalu.
Siswa yang pernah menjadi korban perundungan atau mengalami trauma di masa lalu lebih berisiko untuk melakukan perundungan.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya





















