Ruanginspirasimu.com – Pernah masuk ke sebuah ruangan meeting dan langsung merasa tegang? Atau memasuki kantor yang terasa hangat, walaupun semua orang sibuk? Itu bukan kebetulan. Itu adalah emotional climate, suhu emosional yang secara kolektif terbentuk dari interaksi, kebiasaan komunikasi, dan cara pemimpin merespons situasi.
Dalam organisasi modern, emotional climate adalah “cuaca atau suasana batin” yang menentukan apakah tim berkembang atau perlahan-lahan kelelahan.
Artikel ini akan mengajakmu memahami bagaimana suasana emosional ini terbentuk, apa dampaknya,
dan bagaimana pemimpin bisa mengelolanya.
Apa Itu Emotional Climate?
Emotional climate adalah suasana emosional yang terasa di dalam organisasi, baik disadari atau tidak.
Ia adalah gabungan dari cara orang berbicara, gaya komunikasi pemimpin,
cara menangani konflik, tekanan kerja, tingkat kelelahan,
ekspektasi yang tidak diucapkan, norma-norma emosional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Seperti cuaca, emotional climate bisa cerah, berawan, gelap,
mendung, berubah cepat, atau stabil dalam jangka panjang.
Organisasi dengan emotional climate sehat membuat orang ingin datang bekerja.
Organisasi dengan emotional climate negatif membuat orang hanya menunggu waktu untuk pergi.
Kenapa Emotional Climate Begitu Penting dalam Dunia Kerja?
Karena kinerja tidak berdiri sendiri, performa manusia selalu dipengaruhi oleh kondisi emosionalnya.
Dalam organisasi dengan emotional climate negatif,
kamu akan melihat, miskomunikasi, defensif,
konflik kecil yang membesar, burnout, turnover tinggi.
Sebaliknya, jika emotional climate positif tim lebih produktif,
komunikasi lebih terbuka, masalah cepat selesai, kreativitas meningkat, orang lebih setia pada organisasi.
Alasannya sederhana,
Orang tidak bekerja di ruang hampa. Mereka bekerja dalam suasana,
dan suasana emosional adalah energi yang menggerakkan atau melemahkan.
Sumber Berita : Diolah Dari Berbagai Sumber
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya






















