Faktor-faktor Pembentuk Emotional Climate
Pertama adalah Gaya Kepemimpinan, karena Pemimpin adalah “termometer emosional” organisasi.
Nada suara, ekspresi, reaksi, sampai cara membuka meeting semuanya menciptakan gelombang emosional bagi tim.
Yang kedua tentang bagaimana cara organisasi Menangani Masalah,
Apakah masalah dibahas atau disapu di bawah karpet?
Proses ini menentukan apakah tim merasa aman atau terancam.
Faktor Ketiga bisa kita tempatkan tentang Pola Komunikasi dalam organisasi,
Apakah orang bisa berbicara tanpa takut disalahkan?
Apakah feedback diterima dengan baik atau dianggap serangan?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Keempat adalah tentang Beban Kerja & Ritme Tim,
Apakah sudah seimbang dan fair?
Tim yang terlalu sering “mode darurat” akan kelelahan secara emosional.
Hubungan Antar Anggota Tim sebagai faktor kelima,
Semakin tinggi trust, semakin positif emotional climate-nya.
Sedangkan faktor keenam adalah tentang Nilai-nilai Perusahaan (yang benar-benar dijalankan),
Bukan yang ditempel di dinding tapi yang hadir dalam keputusan sehari-hari.
Contoh Emotional Climate Positif vs Negatif (Sangat Nyata di Dunia Kerja)
Situasi pertama adalah bagaimana Emotional Climate Positif di tempat kerja atau sebuah organisasi,
Orang bicara jujur, tidak takut, Konflik cepat selesai,
Meeting terasa produktif, bukan melelahkan.
Pemimpin mau mendengar, hingga ada apresiasi dan pengakuan kecil.
Sedangkan situasi tempat kerja atau organisasi yang penuh dengan Emotional Climate Negatif,
Banyak orang akan memilih untuk diam karena takut salah,
mendapatkan tekanan yang tidak jelas,
Suasana meeting yang penuh dengan sindiran.
Ketika terjadi konflik personal akan cenderung dibiarkan.
Sedangkan pemimpinnya sering meledak atau mendadak dingin,
Sedangkan karyawan merasakan dan menerima beban harus “merawat luka” yang tidak selesai.
Jika emotional climate negatif, tim akan kehilangan energi mental sebelum bekerja.
Sumber Berita : Diolah Dari Berbagai Sumber
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya





















