Bahasa Tubuh dalam Hubungan dan Dunia Kerja
Dalam hubungan pribadi, peka terhadap bahasa tubuh bisa mencegah salah paham.
Misalnya, pasanganmu diam bukan karena marah, tapi karena lelah,
kamu tahu dari cara bahunya turun dan pandangannya kosong.
Dalam dunia kerja, kemampuan membaca bahasa tubuh bisa jadi keunggulan kompetitif.
Seorang HR bisa lebih cepat menangkap ketidaksesuaian antara ucapan dan sikap kandidat.
Seorang sales bisa tahu kapan klien mulai tertarik,
atau kehilangan minat hanya dari posisi duduk dan arah tatapan mata.
Ada sebuah cerita inspiratif, tentang sebuah pelajaran dari sebuah ruang presentasi,
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam suatu momen di kelas training, ada seorang peserta training bernama Dandy.
Ia datang ke pelatihan komunikasi dengan wajah gugup dan bahu turun.
Ketika berbicara di depan, suaranya jelas, tapi matanya jarang menatap audiens.
Selama ia bicara, tubuhnya berkata, “Saya tidak yakin dengan diri saya sendiri.”
Selanjutnya, untuk perbaikannya,
Kami lakukan pendamingan dengan cara sederhana dan praktis,
Dandy tidak mengubah isi presentasinya,
namun hanya melatihnya berdiri tegak, membuka bahu, dan menatap audiens.
Dan Hasilnya? Energinya berubah total.
Dandy tampak lebih berwibawa, lebih dipercaya, dan suaranya terdengar lebih mantap.
Bukan karena kata-katanya berbeda, tapi karena bahasa tubuhnya selaras dengan niatnya.
Selain belajar bagaimana bahasa tubuh yang tepat,
ada juga teknis sederhana untuk melatih kepekaan dalam membaca bahasa tubuh,
kamu bisa mencoba beberapa langkah praktis seperti melakukan latihan observasi tanpa menghakimi,
kamu hanya perlu memperhatikan ekspresi dan gestur orang tanpa langsung menilai.
untuk melakukan latihan sederhananya,
bisa juga kamu gunakan cermin,
Rekam atau lihat dirimu sendiri ketika berbicara,
dan perhatikan Apa yang tubuhmu katakan?
Cobalah untuk melakukan sinkronisasi antara pikiran dan tubuh.
Jika kamu ingin terlihat percaya diri, rasakan dulu keyakinan itu di dalam diri.
Perhatikan juga bagaimana “micro expression” itu,
karena ekspresi cepat yang muncul dalam sepersekian detik bisa menunjukkan emosi asli seseorang,
Saat kamu fokus mendengar, tubuhmu akan memantulkan empati dan orang lain akan merasakannya,
hingga kamu terasa hadir sepenuhnya.
Sumber Berita : Diolah Dari Berbagai Sumber
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya





















