GOLDEN RULE nya…
Orang itu harus tau persis kalo dia pelakor.
Kalo ternyata bukan,
jatuhnya fitnah dan bakal bikin turunan kejadian “lucu” lainnya..
Sama aja kalo kita panggil pengisi acara dengan sebutan professor di acara Live TV…
Professor, label juga…
Apa jadinya kalo kita asal nyebut pengisi acara sebagai professor?
Orang awam, akan menganggap serius, dan mempertimbangkan pendapat “professor” tadi… padahal doi cuman lulusan SMA…
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Yang lebih serem lagi,
Kalo kita nyebut orang lain kafir…!!
Ente kafiiirrr…!!!
Siapa yang berhak nyebut seseorang itu kafir atau bukan?
Tentu utusanNya/petugasNya…
Siapa yang berhak menentukan pemain bola itu offside atau ga?
Tentu wasit alias petugas FIFA…
kan begitu…
kalo tidak ada ijazah sebagai petugas FIFA,
ya tidak bisa menentukan offside atau tidak,
teriak2 bisa, ngedumel bisa, tapi mentukan offside tidak bisa… 🙂
Jadi sekian dulu mengenai labeling…
Manfaat dan mudharatnya tindakan labeling… 🙂
Kesimpulannya apakah perlu kita melakukan labeling di kehidupan sehari2 ?
Labeling hanya diperlukan untuk orang2 yang tidak tahu apa yang dihadapinya,
seperti bumbu dalam toples kaleng…
Tapi kalo sudah tahu isi toples kaca, buat apa lagi diperlukan labelling…
Kalopun kita mau kasih label garam ke toples, biar ga ketuker ama gula halus, pastikan bahwa kita tahu persis bahwa barang itu adalah garam..
Bagaimana caranya? ya harus kita icipin, mau tidak mau, karena dari fisik kita ga tau bedanya dengan gula halus…
Maka dari itu hati2 dalam memberikan labelling… kalo salah kasih label…bisa bikin banyak kejadian “lucu” terjadi…
eh, jangan lupa ya,
ikuti terus ruanginspirasimu, biar kamu gak ketinggalan tulisan-tulisanku yang penuh inspiratif 🙂
Wassalam.
SALAM INSPIRASI !!!
Penulis : NA
Editor : Inspirator
Sumber Berita : Inspirasi Kehidupan





















