3. Achievable (Dapat Dicapai):
Tujuan Anda harus realistis dan dapat dicapai dengan usaha yang optimal. Hindari menetapkan tujuan yang terlalu tinggi atau mustahil.
Contohnya, “Saya ingin menjadi miliarder dalam setahun” bukanlah tujuan yang dapat dicapai. Sebaliknya, “Saya ingin menabung Rp 10 juta dalam setahun” adalah tujuan yang dapat dicapai.
4. Relevant (Relevan):
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tujuan Anda harus sesuai dengan nilai, minat, dan prioritas Anda. Pastikan tujuan Anda selaras dengan arah dan tujuan hidup Anda secara keseluruhan.
Contohnya, “Saya ingin menjadi dokter” bukanlah tujuan yang relevan jika Anda tidak memiliki minat di bidang medis. Sebaliknya, “Saya ingin menjadi pengusaha di bidang teknologi” adalah tujuan yang relevan jika Anda memiliki minat dan passion di bidang tersebut.
5. Time-Bound (Terikat Waktu):
Setiap tujuan harus memiliki batas waktu yang jelas. Hal ini akan mendorong Anda untuk fokus dan menyelesaikan tugas tepat waktu.
Contohnya, “Saya ingin belajar bahasa Inggris” bukanlah tujuan yang terikat waktu. Sebaliknya, “Saya ingin mencapai skor 7.0 dalam tes IELTS dalam 6 bulan” adalah tujuan yang terikat waktu.
Implementasi SMART dalam Praktik Sehari-hari
Fokus pada pengembangan diri:
Tetapkan tujuan SMART untuk meningkatkan keterampilan , pengetahuan , dan kebiasaan Anda.
Contohnya, “Saya ingin belajar bahasa Inggris hingga level B2 dalam 6 bulan.”
Sumber Berita : wikipedia
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya





















