Hormon Kebahagiaan, Yang Mengatur Mood, Motivasi, dan Ikatan Sosial Kamu

Selasa, 10 Februari 2026 - 15:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hormon Kebahagiaan

Hormon Kebahagiaan

Endorfin Pereda Sakit dan Sumber Tawa

Endorfin sering disebut sebagai “painkiller alami” tubuh.
Saat tertawa atau bergerak, endorfin dilepaskan, memberi rasa nyaman dan mengurangi stres.

Bagaimana Cara memicu endorfin?
Olahraga: Lari ringan, yoga, atau bahkan skipping bisa memicu endorfin.
Tertawa: Menonton video lucu atau ngobrol santai dengan teman.
Makanan pedas: Capsaicin dalam cabai memicu endorfin sebagai reaksi tubuh.

Contoh nyata adalah Sarah, dia biasanya dipanggil, seorang ibu muda,
yang merasa lelah setelah seharian mengurus anak.
Dengan menonton komedi favorit selama 20 menit, mood-nya membaik, energi kembali, dan rasa stres berkurang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Oksitosin Hormon Ikatan dan Kepercayaan

Oksitosin dikenal sebagai “hormon cinta” karena terkait erat dengan ikatan sosial, kepercayaan, dan rasa aman.
Saat kamu merasa diterima dan dicintai, oksitosin meningkat.

Bagaimana Cara alami meningkatkan oksitosin ?
Sentuhan fisik: Pelukan, berjabat tangan, atau sekadar tos dengan teman.
Berbagi dan membantu orang lain.
Memberi hadiah kecil atau menolong teman meningkatkan oksitosin.

Berinteraksi sosial yang positif.
Mengobrol, tertawa, dan mendengarkan orang lain.

Contoh nyata,
Seorang guru bernama Dwi, dia adalah guru sebuah TK,
yang selalu merasa dekat dengan murid-muridnya saat bermain peran dan mendengarkan cerita mereka.
Rasa bahagia yang ia rasakan bukan hanya karena kesenangan, tapi karena oksitosin meningkat melalui ikatan sosial.

BACA JUGA  Inspirasi Lirik Lagu Ibu oleh Iwan Fals, Menghormati Kasih Tanpa Batas

Sumber Berita : Diolah Dari Berbagai Sumber

Berita Terkait

Mengenal Tubuh Manusia, Robot Biologis dengan Kecerdasan Super
Berita Pers – FILKOM UB Berkolaborasi dengan PKBM PPI Taiwan dan UNIMIG Taiwan, Tingkatkan Literasi AI bagi PMI dengan Dukungan KDEI Taipei
Emotional Climate dalam Organisasi, Cara Emosi Kolektif Mempengaruhi Kinerja Tim
Kecerdasan Emosional dalam Organisasi
Emotional Intelligence vs Emotional Fitness, Mana yang Lebih Penting untuk Kariermu?
Mengapa Emotional Fitness Menjadi Keterampilan Paling Dicari di Dunia Kerja Modern
Emotional Fitness Kunci Kesuksesan di Dunia Kerja Modern
Regulasi Emosi vs Kecerdasan Emosional, Mana yang Lebih Menentukan Kesuksesan?

Berita Terkait

Selasa, 10 Februari 2026 - 15:15 WIB

Hormon Kebahagiaan, Yang Mengatur Mood, Motivasi, dan Ikatan Sosial Kamu

Senin, 5 Januari 2026 - 14:14 WIB

Mengenal Tubuh Manusia, Robot Biologis dengan Kecerdasan Super

Rabu, 10 Desember 2025 - 15:15 WIB

Berita Pers – FILKOM UB Berkolaborasi dengan PKBM PPI Taiwan dan UNIMIG Taiwan, Tingkatkan Literasi AI bagi PMI dengan Dukungan KDEI Taipei

Senin, 8 Desember 2025 - 18:18 WIB

Emotional Climate dalam Organisasi, Cara Emosi Kolektif Mempengaruhi Kinerja Tim

Jumat, 5 Desember 2025 - 10:10 WIB

Kecerdasan Emosional dalam Organisasi

Berita Terbaru

Tubuh Manusia adalah Robot Super Biologis

Pendidikan

Mengenal Tubuh Manusia, Robot Biologis dengan Kecerdasan Super

Senin, 5 Jan 2026 - 14:14 WIB

Kecerdasan Emosi dalam Kepemimpinan Dan Organisasi

Pengembangan Diri

Kecerdasan Emosional dalam Organisasi

Jumat, 5 Des 2025 - 10:10 WIB