Bagaimana Posisi Emotional Intelligence dan Emotional Fitness Dalam Dunia Kerja
Dalam situasi yang sama,
EI akan menjelaskan Emosi, sedangkan Emotional Fitness akan membantu mengatur Emosi
EI lebih banyak bekerja di sisi kognitif pikiran.
Emotional fitness bekerja di sisi neurofisiologis pikiran dan tubuh.
Contoh sederhananya,
Dengan EI, “Aku sadar aku sedang cemas.”
Melalui Emotional Fitness, “Aku sedang cemas, tapi aku tetap bisa mengambil keputusan dengan kepala dingin.”
Atau,
Dengan EI,“Aku tahu feedback ini bukan serangan pribadi.”
dan melalui Emotional Fitness, “Aku bisa menerima feedback ini tanpa defensif.”
Emotional Fitness Lebih Diperlukan untuk Posisi Leadership
Banyak HR mengakui bahwa Pemimpin sekarang tidak cukup hanya punya empati atau kecerdasan emosi.
Pemimpin butuh ketahanan mental untuk mengelola tim stres, menghadapi krisis,
membuat keputusan sulit, memegang beban emosional tim, menghadapi ketidakpastian bisnis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pemimpin dengan EI tinggi tanpa emotional fitness seringkali mudah goyah, cepat dan mudah mengalami kelelahan mental, mengambil keputusan berdasarkan emosi, kesulitan memisahkan empati dari objektivitas.
Sedangkan pemimpin dengan emotional fitness tinggi, dia akan menjadi stabil, tenang, objektif,
kuat, konsisten.
Menariknya tentang fakta keduanya,
Jika Emotional Fitness akan menentukan Speed of Recovery setelah kamu mengalami kegagalan,
Inilah salah satu indikator terbesar kesuksesan profesional.
Orang dengan EI tinggi dia akan lebih memahami kegagalannya.
Orang dengan emotional fitness tinggi akan lebih cepat bangkit dari kegagalannya.
Dan itu sangat berpengaruh kepada performa kerja, KPI,
motivasi, peluang promosi, reputasi profesional.
Di dunia kerja, orang yang bisa bangkit cepat akan selalu lebih unggul.
Sumber Berita : Diolah Dari Berbagai Sumber
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya





















