Strategi Praktis Mengatasi Parental Burnout bagi Orang Tua

Kamis, 6 November 2025 - 12:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ilustrasi strategi praktis mengatasi parental burnout

ilustrasi strategi praktis mengatasi parental burnout

Ruanginspirasimu.com – Untuk Kamu, para orang tua, ada saatnya berhenti sejenak dan menata napas. Apakah kamu pernah merasa lelah sebagai orang tua, bukan karena tidak cinta pada anak, tapi karena semua terasa menumpuk tanpa jeda? Di satu sisi, kamu ingin jadi orang tua terbaik. Di sisi lain, kamu merasa terus gagal menyeimbangkan pekerjaan, rumah, dan diri sendiri. Ini bukan sekadar kelelahan fisik. Ini bisa jadi tanda parental burnout.

Fenomena parental burnout kini menjadi salah satu isu besar di dunia parenting modern.
Banyak orang tua tampak “baik-baik saja”, tetapi secara emosional mereka terkuras habis.

Dan menariknya,
akar dari kelelahan ini sering kali berasal dari pengalaman pendidikan masa kecil yang membentuk cara mereka menjalani peran sebagai orang tua hari ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jejak Pendidikan Masa Kecil yang Tak Pernah Hilang

Sebagian besar dari kita dibesarkan dengan narasi, “Harus kuat, harus berprestasi, jangan malas.”

Nilai-nilai ini memang menumbuhkan disiplin, tapi tanpa disadari juga menanam benih self-pressure yang tinggi.

Orang tua yang dulu sering dituntut sempurna,
kini menuntut hal yang sama pada diri mereka saat mengasuh anak.

Studi psikologi dari Frontiers in Psychology (2023) menunjukkan bahwa orang tua dengan pola didik masa kecil penuh tuntutan lebih rentan mengalami burnout. Mereka sulit memaafkan diri sendiri ketika gagal, sulit meminta bantuan, dan sering kali menolak istirahat karena merasa “harus selalu ada” untuk anak.

Jika dulu kamu sering diminta untuk “selalu jadi juara”,
besar kemungkinan kamu membawa pola pikir yang sama ke dalam pengasuhan.

Maka ketika realitasnya tidak sejalan seperti anak tantrum, pekerjaan menumpuk, rumah berantakan,
maka kamu mudah merasa gagal.

BACA JUGA  Menghadapi Politik di Kantor: Strategi dan Tips Bertahan dari perundungan (bullying)

Di sinilah burnout mulai tumbuh: dari keinginan menjadi sempurna.

Sumber Berita : Diolah Dari Berbagai Sumber

Berita Terkait

Hormon Kebahagiaan, Yang Mengatur Mood, Motivasi, dan Ikatan Sosial Kamu
Mengenal Tubuh Manusia, Robot Biologis dengan Kecerdasan Super
Berita Pers – FILKOM UB Berkolaborasi dengan PKBM PPI Taiwan dan UNIMIG Taiwan, Tingkatkan Literasi AI bagi PMI dengan Dukungan KDEI Taipei
Emotional Climate dalam Organisasi, Cara Emosi Kolektif Mempengaruhi Kinerja Tim
Kecerdasan Emosional dalam Organisasi
Emotional Intelligence vs Emotional Fitness, Mana yang Lebih Penting untuk Kariermu?
Mengapa Emotional Fitness Menjadi Keterampilan Paling Dicari di Dunia Kerja Modern
Emotional Fitness Kunci Kesuksesan di Dunia Kerja Modern

Berita Terkait

Selasa, 10 Februari 2026 - 15:15 WIB

Hormon Kebahagiaan, Yang Mengatur Mood, Motivasi, dan Ikatan Sosial Kamu

Senin, 5 Januari 2026 - 14:14 WIB

Mengenal Tubuh Manusia, Robot Biologis dengan Kecerdasan Super

Rabu, 10 Desember 2025 - 15:15 WIB

Berita Pers – FILKOM UB Berkolaborasi dengan PKBM PPI Taiwan dan UNIMIG Taiwan, Tingkatkan Literasi AI bagi PMI dengan Dukungan KDEI Taipei

Senin, 8 Desember 2025 - 18:18 WIB

Emotional Climate dalam Organisasi, Cara Emosi Kolektif Mempengaruhi Kinerja Tim

Jumat, 5 Desember 2025 - 10:10 WIB

Kecerdasan Emosional dalam Organisasi

Berita Terbaru

Tubuh Manusia adalah Robot Super Biologis

Pendidikan

Mengenal Tubuh Manusia, Robot Biologis dengan Kecerdasan Super

Senin, 5 Jan 2026 - 14:14 WIB

Kecerdasan Emosi dalam Kepemimpinan Dan Organisasi

Pengembangan Diri

Kecerdasan Emosional dalam Organisasi

Jumat, 5 Des 2025 - 10:10 WIB