Ruanginspirasimu.com – Untuk Kamu, para orang tua, ada saatnya berhenti sejenak dan menata napas. Apakah kamu pernah merasa lelah sebagai orang tua, bukan karena tidak cinta pada anak, tapi karena semua terasa menumpuk tanpa jeda? Di satu sisi, kamu ingin jadi orang tua terbaik. Di sisi lain, kamu merasa terus gagal menyeimbangkan pekerjaan, rumah, dan diri sendiri. Ini bukan sekadar kelelahan fisik. Ini bisa jadi tanda parental burnout.
Fenomena parental burnout kini menjadi salah satu isu besar di dunia parenting modern.
Banyak orang tua tampak “baik-baik saja”, tetapi secara emosional mereka terkuras habis.
Dan menariknya,
akar dari kelelahan ini sering kali berasal dari pengalaman pendidikan masa kecil yang membentuk cara mereka menjalani peran sebagai orang tua hari ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Jejak Pendidikan Masa Kecil yang Tak Pernah Hilang
Sebagian besar dari kita dibesarkan dengan narasi, “Harus kuat, harus berprestasi, jangan malas.”
Nilai-nilai ini memang menumbuhkan disiplin, tapi tanpa disadari juga menanam benih self-pressure yang tinggi.
Orang tua yang dulu sering dituntut sempurna,
kini menuntut hal yang sama pada diri mereka saat mengasuh anak.
Studi psikologi dari Frontiers in Psychology (2023) menunjukkan bahwa orang tua dengan pola didik masa kecil penuh tuntutan lebih rentan mengalami burnout. Mereka sulit memaafkan diri sendiri ketika gagal, sulit meminta bantuan, dan sering kali menolak istirahat karena merasa “harus selalu ada” untuk anak.
Jika dulu kamu sering diminta untuk “selalu jadi juara”,
besar kemungkinan kamu membawa pola pikir yang sama ke dalam pengasuhan.
Maka ketika realitasnya tidak sejalan seperti anak tantrum, pekerjaan menumpuk, rumah berantakan,
maka kamu mudah merasa gagal.
Di sinilah burnout mulai tumbuh: dari keinginan menjadi sempurna.
Sumber Berita : Diolah Dari Berbagai Sumber
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya






















