Berita Pers – UAD dan UNJAYA Gelar Kick Off Inovasi Aloe Vera, Dorong Pemberdayaan Petani Lewat Transformative Learning

Kamis, 25 September 2025 - 14:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dari Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dan Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta (UNJAYA), Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sedayu, Bantul, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bantul foto bersama Peserta kelompok Jama’ah Tani Muhammadiyah (JATAM) Sedayu dan Tim Penggerak PKK Kalurahan Argomulyo, Sedayu.

Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dari Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dan Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta (UNJAYA), Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sedayu, Bantul, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bantul foto bersama Peserta kelompok Jama’ah Tani Muhammadiyah (JATAM) Sedayu dan Tim Penggerak PKK Kalurahan Argomulyo, Sedayu.

Ruanginspirasimu.com – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dari Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dan Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta (UNJAYA) resmi memulai kegiatan “Inovasi Produk Herbal Sehat Berbasis Lidah Buaya: Edukasi dan Automasi Proses Olah Panen untuk Pemberdayaan Petani melalui Pendekatan Transformative Learning”.

Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini berkolaborasi dengan dua mitra utama yakni kelompok Jama’ah Tani Muhammadiyah (JATAM) Sedayu dan Tim Penggerak PKK Kalurahan Argomulyo, Sedayu.

Kick off perdana berlangsung pada hari Sabtu, 20 September 2025, di kawasan Bulak Pacar, Pendopo Youh Farming, Argomulyo, Sedayu, Bantul.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rangkaian kegiatan dibuka dengan sambutan dari Kepala Desa setempat, Bapak Bambang Sarwono, S.Si., Apt. yang menegaskan dukungan penuh terhadap upaya inovasi produk pertanian berbasis lidah buaya.

Sambutan kemudian dilanjutkan oleh ketua team PKM yaitu Prof. Ir. Anton Yudhana, S.T., M.T., Ph.D., yang menekankan tentang harapan kepada Ibu-ibu PKK, sebagai mitra non-produktif, agar bisa menjadi garda utama ke depan.

Selaku pimpinan LPPM dari Community Service University, UAD, beliau juga menyampaikan bahwa JATAM memiliki potensi untuk berkembang pesat dengan modal potensi sinergi dan komitmen yang dimiliki.

Beliau menambahkan bahwa di tingkat rumah tangga, lahan-lahan yang masih belum termanfaatkan dapat mulai dikelola dan dimaksimalkan untuk penanaman lidah buaya.

Akan tetapi, beliau juga mengingatkan bahwa tidak hanya sekadar menanam, melainkan bagaimana proses itu bisa berlanjut hingga menghasilkan produk olahan yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi.

Sambutan juga disampaikan oleh Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sedayu, Bantul, Bapak Heru Waseso dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bantul Bapak Bambang Purwadi Nugroho, S.H., M.H. Beliau menekankan bahwa dalam setiap program, tantangan terbesar bukan pada ide, tetapi bagaimana menjaga semangat agar tetap konsisten dan berkelanjutan.

BACA JUGA  Berita Pers - Milad Sentra HKI Universitas Ahmad Dahlan ke-13

Oleh karena itu, beliau mengajak untuk bergerak bersama dalam frekuensi yang sama, dengan semangat tinggi.
Semoga ke depan mampu meraih kesuksesan dalam produksi, sukses dalam pemasaran, serta mampu memanfaatkan potensi tanaman yang bermanfaat bagi kesehatan hingga menjadi gerakan bersama masyarakat yang semakin berdampak.

Acara selanjutnya adalah pembagian kuesioner berisi 20 item untuk memotret pola pikir serta kesiapan peserta khususnya ibu-ibu PKK dalam menerima inovasi dan perubahan.
Hasil survei akan menjadi pijakan dalam mendesain strategi pemberdayaan lanjutan yang lebih mendalam spesifik dan sesuai dengan kondisi terkini Ibu-ibu.

Suasana semakin hidup dengan sesi Achievement Motivation Training (AMT) yang dibawakan oleh Bapak Imam, pengusaha sukses Lidah Buaya dari RamaVera.

Dalam sesi ini, para peserta diajak untuk menumbuhkan motivasi dan berani menciptakan ide-ide kreatif, keberanian mengambil peluang, serta keyakinan bahwa lidah buaya tidak sekadar tanaman pekarangan, melainkan pintu menuju produk bernilai tambah tinggi.
“Kegiatan ini diharapkan menjadi tonggak awal transformasi pola pikir petani dan ibu-ibu PKK agar lebih kreatif, inovatif, sekaligus mampu mengadopsi teknologi dalam pengolahan lidah buaya,” ujar salah satu peserta dalam acara Kick Off tersebut.

PKM yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia melalui Program Pengabdian Pemberdayaan Kewilayahan Tahun 2025 tersebut akan berlangsung selama tiga tahun.

Beberapa program kegiatan utama adalah Pelatihan Penggunaan Kubah Pengering Lidah Buaya, Penyiraman berbasis IoT, Pelatihan Pengolahan lidah buaya untuk berbagai produk yang kekinian namun sehat, packaging yang higienis dan menarik, pelatihan soft skill dan literasi digital untuk peningkatan kapasitas sosial, serta penguatan peran PKK dalam pemberdayaan keluarga dan edukasi berbasis transformative learning.

BACA JUGA  Hari Ulang tahun (HUT) Jakarta ke-497, Jakarta Menuju Kota Global dengan Berjuta Pesona

Kegiatan-kegiatan tersebut ditargetkan berhasil secara maksimal agar dapat mendukung program unggulan yakni membangun Aloe Vera Village sebagai pusat pemberdayaan dan kemandirian masyarakat.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendorong tumbuhnya semangat kebersamaan.
Program yang dijalankan tidak hanya menjadi ajang partisipasi, tetapi juga sarana pemberdayaan yang berkelanjutan demi tercapainya kesejahteraan bersama.

SALAM INSPIRASI !!!

Penulis : Humas LPPM UAD

Editor : Inspirator

Sumber Berita : Tim LPPM UAD

Berita Terkait

Inspirasi dari Rudi, penjual Kopi yang berhasil dengan Business Model Canvas (BMC) nya
Hormon Kebahagiaan, Yang Mengatur Mood, Motivasi, dan Ikatan Sosial Kamu
Mengenal Tubuh Manusia, Robot Biologis dengan Kecerdasan Super
Berita Pers – FILKOM UB Berkolaborasi dengan PKBM PPI Taiwan dan UNIMIG Taiwan, Tingkatkan Literasi AI bagi PMI dengan Dukungan KDEI Taipei
Emotional Intelligence vs Emotional Fitness, Mana yang Lebih Penting untuk Kariermu?
Regulasi Emosi vs Kecerdasan Emosional, Mana yang Lebih Menentukan Kesuksesan?
Regulasi Emosi, Keterampilan Dasar yang Banyak Diabaikan
Emotional Resilience, Keterampilan Hidup Terpenting di Era Digital

Berita Terkait

Rabu, 1 April 2026 - 16:16 WIB

Inspirasi dari Rudi, penjual Kopi yang berhasil dengan Business Model Canvas (BMC) nya

Selasa, 10 Februari 2026 - 15:15 WIB

Hormon Kebahagiaan, Yang Mengatur Mood, Motivasi, dan Ikatan Sosial Kamu

Senin, 5 Januari 2026 - 14:14 WIB

Mengenal Tubuh Manusia, Robot Biologis dengan Kecerdasan Super

Rabu, 10 Desember 2025 - 15:15 WIB

Berita Pers – FILKOM UB Berkolaborasi dengan PKBM PPI Taiwan dan UNIMIG Taiwan, Tingkatkan Literasi AI bagi PMI dengan Dukungan KDEI Taipei

Kamis, 4 Desember 2025 - 09:09 WIB

Emotional Intelligence vs Emotional Fitness, Mana yang Lebih Penting untuk Kariermu?

Berita Terbaru

Tubuh Manusia adalah Robot Super Biologis

Pendidikan

Mengenal Tubuh Manusia, Robot Biologis dengan Kecerdasan Super

Senin, 5 Jan 2026 - 14:14 WIB