Berikut pengertian terbatas saya, setelah membaca dari berbagai macam sumber.
Ternyata Stoikisme ini adalah sebuah aliran filsafat, cara berpikir.
Untuk mengatasi rasa cemas, dan bagaimana mencari kebahagiaan bagi diri sendiri (Mohon koreksi jika saya salah)
Ada salah satu ajaran yang paling menonjol … yang mungkin membuat Bapak AA itu mengira saya seorang pemikir Stoik.
Ajaran tersebut berbunyi “FOKUSKAN ENERGI KITA PADA HAL-HAL YANG BISA KITA KENDALIKAN”
Jangan membuang waktu dan energi pecuma, untuk meributkan dan mengeluhkan hal-hal eksternal yang berada di luar kuasa kita untuk mengaturnya.
Memang di banyak postingan-postingan dan komentar-komentar saya di LinkedIn, saya memang sering menekankan hal tersebut. Buat apa meributkan hal yang tidak bisa kita ubah.
Kita memang bisa puas sesaat karena merasa telah berkeluh kesah, (bahkan) di beberapa kasus bersumpah serapah mengutuk keadaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tapi solusinya apa? Ini sama sekali tidak mengubah keadaan kan?
Energi kita akan hilang percuma tanpa hasil apa-apa.
Akibatnya kita tambah frustasi, tambah “down” tambah tidak bersemangat dalam berikhtiar
Saya ambil contoh spesifik keluhan-keluhan para pencari kerja, yang mengatakan bahwa rekruter itu begini begitu, interviewer bertindak seperti ini dan itu.
Human Resourcesnya tidak becus bekerja. Lamaran sudah dua minggu tidak ada beritanya. Janji-janji kosong yang tidak ada habisnya dan lain sebagainya.
Penulis : Nanang Hernanto
Editor : Inspirator
Sumber Berita : Sebuah Catatan Nanang Hernanto
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya





















