Sebuah Catatan, Stoikisme dalam Dunia Kerja

Senin, 27 Mei 2024 - 12:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Permainan Catur harus Fokus dengan yang bisa dikendalikan,
Image by freepik

Ilustrasi Permainan Catur harus Fokus dengan yang bisa dikendalikan, Image by freepik

Berikut pengertian terbatas saya, setelah membaca dari berbagai macam sumber.
Ternyata Stoikisme ini adalah sebuah aliran filsafat, cara berpikir.
Untuk mengatasi rasa cemas, dan bagaimana mencari kebahagiaan bagi diri sendiri (Mohon koreksi jika saya salah)

Ada salah satu ajaran yang paling menonjol … yang mungkin membuat Bapak AA itu mengira saya seorang pemikir Stoik.
Ajaran tersebut berbunyi “FOKUSKAN ENERGI KITA PADA HAL-HAL YANG BISA KITA KENDALIKAN”
Jangan membuang waktu dan energi pecuma, untuk meributkan dan mengeluhkan hal-hal eksternal yang berada di luar kuasa kita untuk mengaturnya.

Memang di banyak postingan-postingan dan komentar-komentar saya di LinkedIn, saya memang sering menekankan hal tersebut. Buat apa meributkan hal yang tidak bisa kita ubah.
Kita memang bisa puas sesaat karena merasa telah berkeluh kesah, (bahkan) di beberapa kasus bersumpah serapah mengutuk keadaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tapi solusinya apa? Ini sama sekali tidak mengubah keadaan kan?
Energi kita akan hilang percuma tanpa hasil apa-apa.
Akibatnya kita tambah frustasi, tambah “down” tambah tidak bersemangat dalam berikhtiar
Saya ambil contoh spesifik keluhan-keluhan para pencari kerja, yang mengatakan bahwa rekruter itu begini begitu, interviewer bertindak seperti ini dan itu.
Human Resourcesnya tidak becus bekerja. Lamaran sudah dua minggu tidak ada beritanya. Janji-janji kosong yang tidak ada habisnya dan lain sebagainya.

BACA JUGA  Emotional Intelligence vs Emotional Fitness, Mana yang Lebih Penting untuk Kariermu?

Penulis : Nanang Hernanto

Editor : Inspirator

Sumber Berita : Sebuah Catatan Nanang Hernanto

Berita Terkait

UAD dan Kalurahan Caturharjo Kolaborasikan Teknologi Pengelolaan Sampah Berbasis IoT melalui Program BESTARI SAINTEK
Hormon Kebahagiaan, Yang Mengatur Mood, Motivasi, dan Ikatan Sosial Kamu
Mengenal Tubuh Manusia, Robot Biologis dengan Kecerdasan Super
Emotional Climate dalam Organisasi, Cara Emosi Kolektif Mempengaruhi Kinerja Tim
Kecerdasan Emosional dalam Organisasi
Emotional Intelligence vs Emotional Fitness, Mana yang Lebih Penting untuk Kariermu?
Mengapa Emotional Fitness Menjadi Keterampilan Paling Dicari di Dunia Kerja Modern
Emotional Fitness Kunci Kesuksesan di Dunia Kerja Modern

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 14:14 WIB

UAD dan Kalurahan Caturharjo Kolaborasikan Teknologi Pengelolaan Sampah Berbasis IoT melalui Program BESTARI SAINTEK

Selasa, 10 Februari 2026 - 15:15 WIB

Hormon Kebahagiaan, Yang Mengatur Mood, Motivasi, dan Ikatan Sosial Kamu

Senin, 5 Januari 2026 - 14:14 WIB

Mengenal Tubuh Manusia, Robot Biologis dengan Kecerdasan Super

Jumat, 5 Desember 2025 - 10:10 WIB

Kecerdasan Emosional dalam Organisasi

Kamis, 4 Desember 2025 - 09:09 WIB

Emotional Intelligence vs Emotional Fitness, Mana yang Lebih Penting untuk Kariermu?

Berita Terbaru

Tubuh Manusia adalah Robot Super Biologis

Pendidikan

Mengenal Tubuh Manusia, Robot Biologis dengan Kecerdasan Super

Senin, 5 Jan 2026 - 14:14 WIB